BEKASI.POJOKSATU.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi Nia Yuniawati Asep Surya Atmaja menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam membentuk karakter dan pendidikan anak sejak usia dini.

Menurutnya, keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar nilai-nilai kehidupan, termasuk kecintaan terhadap Al-Quran.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan khotmil Quran dan santunan anak yatim piatu yang digelar di Pondok Pesantren Yapink Pusat, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu 7 Maret 2026.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Gelar Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Warga Bekasi Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya

Kegiatan yang digelar bersama Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi tersebut dihadiri para santri, tokoh agama, serta masyarakat sekitar.

Selain khotmil Quran, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Nia Yuniawati menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dalam kegiatan keagamaan yang penuh keberkahan di bulan Ramadan.

Baca Juga: Rekaman CCTV Ungkap Sosok Perempuan Buang Bayi di Bekasi Utara

“Alhamdulillah pada hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan panjang umur sehingga dapat hadir bersama-sama di bulan suci Ramadan dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya, di Bekasi, 7 Maret 2026.

Menurutnya, kegiatan khotmil Quran tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam memperkuat keimanan dan mempererat silaturahmi antar masyarakat.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi keluarga, khususnya para ibu, untuk terus menanamkan nilai-nilai Al-Quran kepada anak-anak sejak dini.

Baca Juga: Bekasi Disebut Jadi Titik Rawan Penjualan Obat dan Kosmetik Ilegal di Marketplace, BPOM Perketat Pengawasan Digital

Nia Yuniawati menegaskan bahwa peran perempuan dalam keluarga sangat strategis dalam membentuk karakter generasi penerus.

Ia menyebut bahwa seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya sebelum mereka mengenal pendidikan di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita. Dengan mencintai Al-Quran, insya Allah generasi penerus di Kabupaten Bekasi akan menjadi anak-anak yang cerdas dan berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa pendidikan karakter yang dimulai dari rumah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan moral dan kepribadian anak.

Oleh karena itu, para ibu diharapkan dapat menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menanamkan nilai-nilai agama.

Baca Juga: Sambut Ramadan dan Idulfitri, Pertamina–Hiswana Migas Banten Siapkan Layanan Energi Optimal

Selain itu, Nia Yuniawati juga mengapresiasi peran organisasi keagamaan yang terus menjaga tradisi literasi Al-Quran di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti khotmil Quran tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda.

Ia mengatakan bahwa kegiatan yang digagas oleh Muslimat NU Kabupaten Bekasi ini tidak hanya sekadar agenda tahunan.

Baca Juga: Bekasi Midnight Sale Digelar di Pakuwon Mall, Diskon Hingga 80 Persen dan Hadiah Belanja Menggiurkan Menanti Pengunjung

Tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian sosial kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kegiatan ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi merupakan bentuk ketakwaan kita kepada Allah SWT sekaligus momentum untuk berbagi dengan anak-anak yatim,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bekasi Sari Damayanti menyampaikan bahwa kegiatan khotmil Quran dan santunan yatim merupakan bagian dari program keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan.

Baca Juga: Tradisi Ramadan yang Terus Hidup, PSM Bekasi Timur Empat Tahun Rutin Bagi Takjil untuk Pengguna Jalan

“Kegiatan ini menjadi ikhtiar Muslimat NU untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yatim sekaligus memperkuat kebersamaan antara organisasi keagamaan dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis di Kabupaten Bekasi.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, dan terus memotivasi kita untuk berbagi serta menebarkan kebaikan kepada sesama,” pungkasnya.***