BEKASI.POJOKSATU.ID - Pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026 di wilayah Kabupaten Bekasi berjalan dengan lancar dan terkendali.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan teknologi informasi yang dihadirkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni, menyampaikan bahwa pengamanan arus mudik hingga arus balik Lebaran tahun ini berlangsung optimal hingga hari terakhir pelaksanaan operasi yang berakhir pada 25 Maret 2026.

“Kolaborasi yang terjalin ini menjadi kunci keberhasilan dalam pengamanan arus mudik dan balik. Dukungan teknologi yang diberikan sangat membantu kami dalam melakukan pemantauan serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Genjot Kepesertaan Pekerja Informal lewat Diskon Iuran

Menurutnya, keberadaan infrastruktur teknologi seperti CCTV di titik-titik strategis memberikan kontribusi besar dalam memantau kondisi lalu lintas secara real time.

Hal ini memungkinkan aparat untuk merespons situasi di lapangan dengan lebih cepat dan akurat.

Dengan volume kendaraan yang mencapai puluhan ribu selama periode mudik dan balik, sistem pemantauan berbasis teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Hasilnya, kondisi di lapangan tetap terkendali dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga: TPU Perwira Terjebak Perumahan, Bekasi Krisis Lahan Makam, Proyek 30 Hektare Pun Tersendat Akses Jalan

“Tentu kami bisa dengan mudah memantau kelancaran arus mudik dan arus balik, mengingat ada puluhan ribu kendaraan yang terlibat. Sehingga sampai hari terakhir Operasi Ketupat Jaya 2026 pelayanan kepada masyarakat sudah sangat optimal dan arus mudik dan balik berjalan lancar,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menegaskan bahwa dukungan teknologi yang diberikan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia menjelaskan, selain CCTV, pihaknya juga menyediakan fasilitas WiFi publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengakses informasi selama perjalanan.

“Kami berupaya menghadirkan dukungan teknologi yang dapat memperkuat kerja-kerja pengamanan di lapangan. Melalui CCTV dan WiFi publik, kami ingin memastikan informasi dapat diakses dengan cepat dan kondisi lapangan dapat terpantau secara optimal,” katanya.

Keberhasilan Operasi Ketupat Jaya 2026 ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan pemerintah daerah mampu menciptakan sistem pengamanan yang efektif dan responsif.

Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat untuk menghadapi berbagai agenda besar lainnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan berkualitas.***