BEKASI.POJOKSATU.id - Pengambilalihan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) X PPP Kabupaten Bekasi oleh DPW PPP Jawa Barat mendapat sorotan dari internal partai. Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari PPP, Sarif Marhaendi, menilai pelaksanaan Muscab di tingkat kabupaten belum berjalan maksimal.
Ia mengungkapkan bahwa semangat kader di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) sebenarnya cukup tinggi untuk mengikuti agenda tersebut. Namun, pelaksanaan di lapangan justru terkendala karena lemahnya kesiapan panitia.
“Ya, sebetulnya sih kami, saya selaku anggota fraksi, dan saya melihat teman-teman PAC yang hari ini betul-betul semangat ingin melaksanakan kewajibannya dan haknya. Tapi ya ternyata pada saat ini panitia penyelenggaranya saja tidak ada di tempat,” ujar dia, Selasa, 28 April 2026.
Menurutnya, absennya Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) saat forum berlangsung menjadi faktor utama yang mendorong DPW mengambil alih jalannya Muscab.
Baca Juga: DPW PPP Jabar Ambil Alih Muscab X Kabupaten Bekasi, Uu Ruzhanul Ulum: Hindari Cacat Hukum
“Karena panitia penyelenggara, SC dan OC-nya saja tidak ada di lokasi pada saat sidang tadi, langsung pihak DPW menyatakan bahwa sidang selanjutnya akan dilanjut di DPW,” jelas dia.
Sebagai tindak lanjut, DPW PPP Jawa Barat memutuskan untuk melanjutkan tahapan Muscab di Bandung pada Rabu, 29 April 2026 pukul 13.00 WIB.
Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan kurangnya kesiapan dalam mengelola agenda penting partai. Meski demikian, ia berharap dinamika ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat soliditas partai ke depan.
“Dinamika ini mudah-mudahan memperkuat kebersamaan Partai PPP, agar ke depannya bisa lebih hebat lagi dan bisa menjadi partai pemenang di Kabupaten Bekasi,” pungkas dia.***




