BEKASI.POJOKSATU.id - Menindaklanjuti prediksi musim kemarau yang lebih kering, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga kesiapan distribusi air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyebut pihaknya telah mengidentifikasi titik-titik rawan kekeringan dan menyiapkan respons cepat jika terjadi krisis air.

“Kami sudah melakukan pemetaan titik-titik rawan kekeringan serta menyiapkan langkah cepat jika terjadi krisis air bersih. Selain itu, kami juga meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk mengantisipasi potensi kebakaran lahan,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Otda 2026, Pemkab Bekasi Dorong Inovasi Daerah dan Penguatan Sektor Strategis

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah, mengingat kondisi kering sangat rentan memicu kebakaran.

Selain itu, warga diimbau menggunakan air secara bijak, menjaga kesehatan, serta bagi petani diminta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca.

Sebagai dukungan layanan darurat, BPBD membuka akses pengaduan melalui Pusdalops PB yang dapat dihubungi masyarakat jika terjadi kondisi darurat.

“Kami juga dari BPBD terus melakukan upaya-upaya, terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk meningkatkan upaya dalam menghadapi musim kekeringan ke depan ini,” pungkas dia.***