POJOKBEKASI.COM - Tiga seniman odong-odong atau sisingaan dilaporkan tewas setelah tersengat aliran listrik di Kampung Cibereum RT03 RW03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/6/2026) sore. Sementara dua orang lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa nahas ini bermula ketika rombongan kesenian odong-odong kembali melakukan aksinya setelah beristirahat sekira pukul 16.00 WIB.

Rombongan kesenian asal Subang, Jawa Barat ini melakukan arak-arakan keliling kampung menggunakan sejenis gerobak yang menyerupai bak mobil. Saat di lokasi kejadian, gerobak tersebut tidak bisa melintas karena tersangkut kabel listrik.

Seorang pemain odong-odong berusaha mengangkat kabel listrik agar lebih tinggi dengan cara memegangnya menggunakan tangan. Namun nahas, pemain odong-odong tersebut tersengat aliran listrik tegangan tinggi dan merambat ke teman-temannya.

"Awalnya habis istirahat, terus jalan lagi. Pas maju, ketemu kabel. Ada yang ngangkat kabel supaya bisa lewat, awalnya satu orang yang kena. Begitu kesetrum, merembet ke yang lain, yang ngangkat kabel itu langsung kena, terus yang megang atau dekat dia ikut kesetrum," kata Anggota Satlinmas Desa Mekarmukti, Pitung (70).

Akibat peristiwa itu, lima orang pemain odong-odong jadi korban. Tiga orang di antaranya dilaporkan tewas dan sisanya dilarikan ke rumah sakit karena kritis. Seluruh korban merupakan kru atau pemain odong-odong. 

"Korban semuanya pemain odong-odong, dari grup kesenian itu, warga tidak ada yang kena," kata Pitung.

Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Alyani mengatakan, ada lima orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Tiga di antaranya tewas dan dua lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Korbannya ada lima orang, semuanya sempat dibawa ke rumah sakit, tiga orang meninggal dunia dan dua orang lainnya masih menjalani perawatan," katanya.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini dengan meminta keterangan saksi-saksi. 

"Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan sehingga belum bisa memberikan jawaban lebih lanjut. Semua masih dalam proses penyelidikan," ungkap Alyani.(*)