BEKASI.POJOKSATU.id – BPBD Kabupaten Bekasi terus memperkuat upaya penanganan kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih sekaligus menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang bagi wilayah rawan terdampak musim kemarau.
Hingga pertengahan Juni 2026, BPBD telah mendistribusikan sedikitnya 65.000 liter air bersih kepada warga di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, dan Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru. Bantuan tersebut telah menjangkau sebanyak 999 kepala keluarga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan penanganan kekeringan tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan saat kondisi darurat, tetapi juga melalui berbagai langkah pencegahan untuk mengurangi dampaknya di masa mendatang.
Baca Juga: BPBD Kabupaten Bekasi Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Kemarau 2026
Selain memperkuat layanan distribusi air bersih, BPBD terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait serta penyedia layanan air guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
“Kami terus berkoordinasi agar pelayanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak wilayah, terutama daerah-daerah yang selama ini rawan mengalami kekeringan,” ujarnya, baru-baru ini.
Sebagai solusi jangka panjang, BPBD juga mendorong pembangunan sumber-sumber air alternatif di wilayah rawan kekeringan. Program tersebut dilakukan bersama perangkat daerah teknis guna meningkatkan ketersediaan air bersih sepanjang tahun.
Baca Juga: Warga VMA Lega, Pemdes Ciledug Realisasi Penurapan
“Harapannya, masyarakat di wilayah rawan kekeringan memiliki akses air bersih yang lebih baik sehingga ketika musim kemarau datang tidak lagi mengalami kesulitan seperti yang terjadi selama ini,” kata Dodi.
BPBD memastikan pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif apabila muncul wilayah terdampak baru.***




