BEKASI.POJOKSATU.id - Seorang perempuan bernama Tika Septiani mengaku menjadi korban dugaan kekerasan dalam hubungan asmara yang dilakukan oleh kekasihnya selama enam bulan terakhir.
Selain mengalami penganiayaan, Tika mengaku disekap di rumah kontrakan yang ditempatinya bersama sang kekasih di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Selama tinggal di kontrakan tersebut, ia mengaku tidak diizinkan keluar rumah maupun berkomunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
"Iya, dikurung, dikunci. Jadi aku selama dipukulin itu enggak boleh keluar rumah sama sekali. Nyapu pun enggak boleh, harus dia yang beresin. Buang sampah ke balkon pun enggak boleh, sama sekali enggak boleh keluar," kata Tika kepada awak media, Senin, 13 Juli 2026.
Baca Juga: Sekda Bekasi Apresiasi Tradisi Hajat Bumi Situ Rawabinong, Warisan Budaya yang Terjaga Sejak 1917
Tika menceritakan, dirinya pertama kali mengenal pria bernama Samuel melalui media sosial Instagram. Hubungan mereka kemudian berkembang menjadi asmara hingga akhirnya memutuskan tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan.
"Kenalnya dari media sosial, dari Instagram. Kemudian pacaran sampai akhirnya tinggal bareng di sebuah kontrakan," ujarnya.
Menurut Tika, pada awal hubungan, sikap Samuel masih terlihat baik. Namun dalam enam bulan terakhir, perilakunya berubah menjadi lebih temperamental dan kerap melakukan kekerasan tanpa alasan yang jelas.
Ia mengaku pertengkaran semakin sering terjadi sejak mereka tinggal bersama.
Baca Juga: Perempuan di Cikarang Selatan Disekap dan Dianiaya Kekasih Selama 6 Bulan
"Memang sebelumnya kami sudah sering berantem, tetapi biasanya kembali membaik. Selama enam bulan terakhir, sikapnya mulai berubah," ungkapnya.
Tika mengatakan tindakan kekerasan semakin memburuk dalam sepekan terakhir. Ia mengaku mengalami penganiayaan secara berulang dan dilarang meninggalkan rumah kontrakan.
"Selama satu minggu itu, dia sudah membabi buta. Sebelumnya masih normal saja," jelasnya.
Akibat perlakuan tersebut, Tika mengaku kehilangan kebebasan untuk berinteraksi dengan tetangga maupun menghubungi keluarganya. Selama berada di kontrakan, seluruh aktivitasnya disebut selalu berada dalam pengawasan sang kekasih.***




