BEKASI.POJOKSATU.id - Musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Bekasi. Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 2.592 hektare lahan sawah berpotensi mengalami kekeringan, sementara 75 hektare di antaranya sudah terdampak akibat berkurangnya pasokan air irigasi.
Subkoordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, mengatakan lahan yang telah mengalami kekeringan sebagian besar berada di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
“Lahan yang sudah terdampak kekeringan mencapai 75 hektare, sedangkan yang berpotensi atau terancam sekitar 2.592 hektare,” ujar Dodo, Kamis, 23 Juli 2026.
Wilayah yang mulai terdampak meliputi Kecamatan Tambelang, Pebayuran, Cabangbungin, dan Sukawangi. Meski berada di kawasan persawahan beririgasi teknis, debit air yang mengalir ke lahan pertanian mengalami penurunan selama musim kemarau.
Selain kawasan utara, Dinas Pertanian juga mewaspadai wilayah selatan seperti Kecamatan Serang Baru, Cibarusah, dan Bojongmangu yang mayoritas merupakan sawah tadah hujan sehingga sangat bergantung pada curah hujan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah petani memilih memanen padi lebih cepat agar hasil panen tidak semakin menurun akibat kekurangan air.***




