BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp156 miliar lebih untuk perbaikan jalan berstatus jalan kabupaten pada tahun 2026.
Anggaran tersebut ditargetkan untuk menangani sekitar 40 kilometer ruas jalan melalui berbagai jenis pekerjaan, mulai dari rekonstruksi hingga pemeliharaan.
Kepala Bidang Fisik dan Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Evi Mutia, menjelaskan bahwa anggaran tersebut secara khusus dialokasikan untuk kegiatan jalan kabupaten.
Baca Juga: Rincian Lengkap APBD Kabupaten Bekasi 2026, PAD Rp4,3 T, Transfer Pusat Rp2,5 T
“Untuk jalan kabupaten, ada beberapa kegiatan seperti rekonstruksi jalan, pembangunan, pemeliharaan, dan pelebaran,” kata Evi, dikutip dari Radar Bekasi, Senin 29 Desember 2025.
Ia merinci, belanja modal yang dialokasikan untuk pekerjaan jalan kabupaten mencapai Rp156.025.421.275. Anggaran itu difokuskan pada pekerjaan fisik utama dan belum termasuk belanja penunjang lainnya.
“Biaya tersebut tidak termasuk belanja lain selain belanja modal sebesar Rp156.025.421.275,00, dengan volume sekitar 40 km,” jelasnya.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Tuntaskan Pengangkatan Honorer 2025, Hampir 11 Ribu Resmi Jadi PPPK
Menurut Evi, perencanaan pembangunan jalan tidak bisa berdiri sendiri.
Setiap proyek infrastruktur harus disusun secara komprehensif agar hasilnya optimal dan berumur panjang.
Oleh karena itu, seluruh alokasi anggaran dan rencana kegiatan dibahas secara berjenjang.
Baca Juga: Driver Lalamove Diduga Gelapkan 10 Laptop di Bekasi, Nomor Hilang dan Pelat Mobil Berbeda
“Perencanaan yang baik harus didukung pembangunan penunjang pula. Semua alokasi dan rencana dibahas mulai dari pemerintah desa hingga Pemkab Bekasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, mengungkapkan bahwa kebutuhan dan permintaan masyarakat terhadap perbaikan jalan tergolong tinggi.
Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap.
“Permintaan masyarakat cukup tinggi, tetapi untuk melaksanakan semuanya dibutuhkan anggaran yang besar, sehingga dilakukan bertahap,” kata Nurchaidir.
Ia menambahkan, pembangunan jalan harus diiringi dengan infrastruktur penunjang, khususnya drainase, agar kualitas jalan tetap terjaga.
Baca Juga: Malam Tahun Baru Jadi Saksi Pelantikan Ribuan PPPK Kota Bekasi
“Ketika membangun jalan, jalannya tidak boleh tergenang air. Dengan drainase yang terencana, jalan bisa lebih awet dan terhindar dari genangan serta risiko banjir,” jelasnya.
Dengan alokasi anggaran tersebut, Pemkab Bekasi berharap kualitas jalan kabupaten dapat meningkat, mendukung mobilitas masyarakat, serta memperlancar aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.***




