BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat capaian positif dalam upaya pengentasan kemiskinan sepanjang 2025.
Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di wilayah ini berhasil ditekan dari 4,8 persen pada 2024 menjadi 4,3 persen pada 2025.
Penurunan sebesar 0,5 persen tersebut dinilai mencerminkan efektivitas kebijakan sosial dan ekonomi yang dijalankan secara terintegrasi lintas sektor.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran perencanaan yang terkoordinasi dengan baik, khususnya dalam memastikan berbagai program pengentasan kemiskinan berjalan tepat sasaran.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, menyebut penurunan tersebut sebagai hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Penurunan 0,5 persen ini cukup signifikan. Artinya, program-program pengentasan kemiskinan yang dirancang dan dijalankan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan," ujar Fadly, di Kabupaten Bekasi, 12 Januari 2026.
Baca Juga: Kapolsek Medansatria Sampaikan Pesan Penting untuk Pelajar SMAN 10 Bekasi
Menurutnya, Bappeda berperan penting dalam mengoordinasikan perencanaan dan pengendalian program lintas sektor, meskipun bukan sebagai pelaksana teknis di lapangan.
Sinergi antarorganisasi perangkat daerah menjadi kunci agar intervensi sosial, bantuan ekonomi, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat saling menguatkan.
Upaya pengendalian kemiskinan di Kabupaten Bekasi juga mendapat pengakuan eksternal.
Baca Juga: Banjir Tol Sedyatmo, Jasa Marga Operasikan 9 Pompa untuk Percepat Surutnya Genangan
Daerah ini meraih penghargaan kinerja baik dalam penurunan angka kemiskinan dari Tabloid Tempo, sebuah apresiasi yang dinilai memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintah daerah.
Fadly menjelaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga pada penguatan ketahanan ekonomi masyarakat.
Program pemberdayaan, peningkatan akses layanan dasar, serta sinkronisasi data penerima manfaat menjadi bagian dari strategi agar kebijakan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Kami terus mendorong agar kebijakan sosial dan ekonomi saling terintegrasi, sehingga dampaknya tidak hanya terasa sesaat, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang," katanya.
Baca Juga: Sekolah Terjepit Tol, Masa Depan Pendidikan Anak Burangkeng Jadi Taruhan
Dengan tren penurunan kemiskinan yang konsisten, Pemkab Bekasi optimistis dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian ini pada tahun-tahun mendatang.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi memastikan pertumbuhan ekonomi daerah berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.***




