BEKASI.POJOKSATU.ID - Bencana banjir meluas di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 51 desa di 17 kecamatan terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Dampaknya, lebih dari 30 ribu kepala keluarga terdampak, dengan ribuan di antaranya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Baca Juga: Belajar dari Rumah Saat Banjir, PJJ Kota Bekasi Dihantui Masalah Teknis
Data BPBD Kabupaten Bekasi per Jumat 23 Januari 2026 pukul 11.30 WIB menunjukkan, banjir merendam wilayah permukiman dengan ketinggian air yang bervariasi.
Salah satu wilayah terdampak terparah berada di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, yang hingga kini masih tergenang air akibat luapan sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan skala banjir kali ini cukup besar dan menyebar hampir di seluruh wilayah kabupaten.
Baca Juga: 3.000 KK Mengungsi Akibat Banjir Sukawangi, Bayi dan Lansia Kekurangan Makanan
“Total ada 51 desa di 17 kecamatan yang terdampak banjir. Jumlah kepala keluarga terdampak mencapai 30.469 KK,” ujar Dodi.
Selain itu, BPBD juga mencatat ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka karena kondisi banjir yang tidak memungkinkan untuk bertahan.
“Untuk warga yang mengungsi, tercatat sebanyak 2.412 KK yang saat ini berada di 15 lokasi pengungsian,” kata Dodi.
Baca Juga: Sengketa Lahan Pemkab Bekasi di Babelan, Warga Lawan Dugaan Mafia Tanah Usai Putusan PN Cikarang
Wilayah Kecamatan Sukawangi menjadi titik banjir paling parah.
Di Desa Sukamekar, ketinggian air dilaporkan mencapai hingga dua meter di beberapa titik, terutama di kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai.
Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total dan memaksa proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet.
BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur TNI, Polri, dan pemadam kebakaran terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.
Fokus utama saat ini adalah evakuasi warga, pendataan dampak banjir, serta penyaluran bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Baca Juga: Sidang Aanmaning Sengketa Lahan Pemkab Bekasi di PN Cikarang Belum Putus
Menurut BPBD, banjir dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya sejumlah aliran sungai di wilayah Kabupaten Bekasi.
Kondisi ini diperparah dengan belum optimalnya daya tampung sungai saat debit air meningkat secara signifikan.
BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah juga diharapkan segera mempercepat penyaluran bantuan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi secara merata.***




