BEKASI, POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi membuktikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengoperasian Bendung Sungai Hulu (BSH-0). Infrastruktur sumber daya air yang tuntas dibangun pada akhir 2025 tersebut kini berfungsi penuh menyuplai kebutuhan irigasi untuk 7.252 hektare lahan pertanian di kawasan utara Kabupaten Bekasi.
Berlokasi di perbatasan Desa Kalijaya (Cikarang Barat) dan Desa Sukajaya (Cibitung), bendung berkapasitas tampung hampir 200 meter kubik ini memiliki delapan pintu air pengatur menuju Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) serta dua pintu menuju Kali Srengseng Hilir. Pasokan air tersebut mengalir sepanjang 38 kilometer melintasi tujuh kecamatan, meliputi Karangbahagia, Sukatani, Tambelang, Sukawangi, Sukakarya, Cabangbungin, hingga Muaragembong di Desa Pantai Harapan Jaya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Agung Mulya, menjelaskan bahwa pengoperasian seluruh intake Bendung BSH-0 pada 2026 menjadi langkah krusial dalam mengendalikan debit air di musim kemarau.
“Tujuan utama pembangunan Bendung BSH-0 adalah mengatasi kebutuhan air pada musim kemarau untuk kawasan pertanian seluas 7.252 hektare. Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan,” kata Agung, Kamis, 15 Oktober 2026.
“Pada musim kemarau seperti sekarang, Bendung BSH-0 mampu menjawab harapan petani di wilayah utara. Pasokan air dapat menjangkau area persawahan sehingga kebutuhan irigasi terpenuhi dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.




