BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 13 titik banjir yang tersebar di sejumlah kecamatan. Data terbaru hingga Minggu, 18 Januari 2026 pukul 08.00 WIB menunjukkan genangan air masih merendam permukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi.

Di Kecamatan Cikarang Utara, banjir terjadi di Kampung Poncol RT 007 RW 003 Desa Tanjungsari dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 150 sentimeter. Sementara itu, kondisi lebih parah terpantau di Kampung Kali Ulu Desa Karangraharja, di mana TMA dilaporkan mencapai 200 sentimeter atau sekitar dua meter.

Banjir juga melanda wilayah Tambun Selatan, tepatnya di Perumahan Setiamekar, Desa Setiamekar, dengan ketinggian air sekitar 100 sentimeter.

Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Tinjau Korban Banjir di Cikarang, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan

Di Kecamatan Cibitung, genangan tercatat di kawasan Kartika Wanasari dengan TMA 80 sentimeter. Adapun di Perumahan PNR, Kecamatan Karangbahagia, ketinggian air mencapai 70 sentimeter.

Wilayah pesisir utara Kabupaten Bekasi turut terdampak. Di Babelan Kota, Kecamatan Babelan, banjir merendam permukiman warga dengan TMA sekitar 80 sentimeter. Selain itu, genangan juga dilaporkan di Kampung Parung Lesang, Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, meski tinggi muka air belum dirinci.

BPBD juga mencatat banjir di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, serta di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin. Di wilayah Tambun Utara lainnya, banjir turut merendam Green Residence, Desa Karangsatria.

Di Kecamatan Cikarang Timur, banjir terjadi di Kampung Kalenderwak RT 01 RW 02, Desa Karangsari, dengan TMA mencapai 100 sentimeter. Sementara itu, genangan setinggi 80 sentimeter tercatat di Perumahan Nebraska Terence, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi.

Baca Juga: Jalur Pantura Bekasi Masih Banjir, Operasional BisKita Belum Bisa Normal

Titik banjir lainnya berada di Kampung Bogor RT 001 RW 021, Kelurahan Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, dengan ketinggian air sekitar 90 sentimeter.

BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat untuk penanganan dampak banjir. Warga di wilayah terdampak diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan air, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat.***