BEKASI.POJOKSATU.id – Banjir di Desa Pantaibahagia kembali terulang setelah tanggul Sungai Citarum di kawasan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, kembali jebol. Menariknya, titik tanggul yang jebol kali ini berbeda dari kejadian sebelumnya yang terjadi pada 20 Januari 2026 lalu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa jebolnya tanggul kali ini terjadi di titik baru dan mengindikasikan masih banyaknya tanggul dalam kondisi kritis di sepanjang aliran Sungai Citarum.
“Yang jebol kali ini berbeda dengan tanggul yang jebol pada 20 Januari kemarin, ini merupakan titik baru,” jelas Dodi, Senin, 2 Februari 2026.
Baca Juga: Tanggul Sungai Citarum di Desa Pantaibahagia Jebol Lagi, Permukiman Warga Terendam
Menurutnya, wilayah Muaragembong memang menjadi kawasan yang sangat rentan, terutama saat curah hujan tinggi yang berbarengan dengan naiknya debit air sungai serta banjir rob dari laut.
Untuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum guna menutup sementara tanggul yang jebol.
“Kami sudah koordinasi dengan BBWS Citarum dan saat ini sedang dalam penanganan,” ujarnya.
Baca Juga: Tanpa Proses Hukum, Kecelakaan Truk di BKT Bekasi Berujung Kesepakatan Damai
Namun, perbaikan permanen belum dapat dilakukan lantaran debit Sungai Citarum masih tinggi. Saat ini, penanganan difokuskan pada upaya sementara seperti pemasangan geobag guna menahan luapan air agar tidak semakin meluas.
BPBD bersama petugas gabungan dan perangkat desa terus melakukan pemantauan di lapangan, termasuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap lahan pertanian dan akses transportasi warga, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.***




