BEKASI.POJOKSATU.id - Selain isu kepegawaian, Bupati Ade juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan tahun 2026 yang harus disusun berdasarkan hasil evaluasi capaian tahun sebelumnya. Ia meminta seluruh perangkat daerah menyiapkan program kerja yang selaras dengan RPJMD Kabupaten Bekasi dan arah kebijakan pembangunan nasional.
“Saya minta setiap kepala perangkat daerah tidak hanya mengejar serapan anggaran, tetapi juga fokus pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya, Kamis, 6 November 2025.
Bupati juga menekankan agar prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi pedoman utama dalam perencanaan serta pelaksanaan program pembangunan. Ia mendorong agar belanja daerah difokuskan pada sektor produktif, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Baca Juga: Bupati Bekasi Ingin Rotasi dan Mutasi Jabatan ASN Berdasarkan Sistem Merit
“Untuk tahun anggaran 2026, setiap rupiah dari APBD harus menghasilkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Bekasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ade turut menyoroti penanganan banjir sebagai isu strategis daerah. Ia meminta seluruh perangkat daerah, camat, dan kepala desa untuk memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi bencana.
Langkah-langkah preventif seperti pembersihan saluran air, normalisasi sungai, serta penguatan tanggul dan pompa air di titik rawan diminta untuk segera dilakukan.
“Kita tidak bisa menunggu bencana datang. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, dan menjadi tanggung jawab bersama,” tutupnya.***




