BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-75 dengan desain yang sarat makna budaya dan ekologis.
Salah satu elemen paling menarik dalam logo tersebut adalah burung blekok sawah (Ardeola speciosa), yang secara halus divisualisasikan dalam angka 5 sebagai ruang negatif.
Burung blekok bukanlah sekadar penghias desain, melainkan representasi dari kekayaan hayati Kabupaten Bekasi. Burung ini dikenal sebagai fauna khas Kabupaten Bekasi dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di wilayah sawah, pesisir, dan tepian sungai yang masih banyak dijumpai di daerah tersebut.
Berdasarkan keterangan wikipedia.com, blekok sawah adalah spesies burung air dari famili Ardeidae, yang tersebar luas di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Link Download Logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi, Ada Berbagai Format Tersedia
Di Indonesia, burung ini dikenal aktif mencari makan pada sore hari dengan mengonsumsi serangga, ikan kecil, dan kepiting, menjadikannya sebagai bagian penting dari rantai makanan alami.
Burung ini juga dilindungi secara hukum karena keberadaannya yang semakin terancam akibat perubahan habitat dan aktivitas manusia. Dalam kesehariannya, blekok sawah sering terlihat berdiri diam di perairan dangkal, dengan posisi tubuh rendah dan kepala ditarik sambil menunggu mangsa lewat.
Masuknya kepala burung blekok dalam logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-75 bukan tanpa alasan. Desainer logo secara cermat menyisipkan bentuk kepala burung ini pada angka 5 — menghadirkan simbol keselarasan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Baca Juga: Makna Logo Hari Jadi ke-75 Kabupaten Bekasi, Ada Fauna Khas Bekasi yang Jarang Orang Tahu
Pemerintah Kabupaten Bekasi ingin mengirimkan pesan bahwa pembangunan daerah ke depan tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan hidup. Burung blekok sebagai ikon lokal sekaligus menjadi pengingat pentingnya merawat ekosistem demi keberlanjutan generasi mendatang.***




