BEKASI.POJOKSATU.ID - PDI Perjuangan melalui Bidang Kesehatan DPP PDIP dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) menghadirkan layanan kesehatan komprehensif bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Jawa Barat.

Dua unit Bus Klinik Berjalan dengan fasilitas medis lengkap diterjunkan langsung ke wilayah terdampak parah seperti Kabupaten Karawang, Bekasi, dan Subang untuk memastikan kebutuhan kesehatan warga terpenuhi secara optimal.

Bus Klinik Berjalan tersebut tidak hanya menyediakan layanan pengobatan dasar, tetapi juga fasilitas lanjutan yang jarang tersedia di lokasi bencana.

Baca Juga: 975 Personel Gabungan Turun ke Jalan, Operasi Pekat Jaya Digelar Besar-besaran

Di dalam bus, masyarakat dapat mengakses layanan poli umum, poli gigi, pemeriksaan mata, USG, laboratorium sederhana, hingga apotek.

Sebanyak 150 tenaga medis profesional dikerahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang berlangsung berkelanjutan selama masa tanggap darurat.

Ketua Bidang Kesehatan DPP PDIP, dr. Ribka Tjiptaning, mengatakan bahwa kualitas layanan menjadi prioritas utama dalam misi kemanusiaan ini.

Baca Juga: Program Wajib Belajar 12 Tahun Diperkuat, PKBM Bekasi Jadi Andalan Pendidikan Nonformal

Menurutnya, korban bencana membutuhkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, bukan sekadar penanganan darurat.

“Bus klinik ini kami siapkan agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak, mulai dari pemeriksaan dasar sampai pemeriksaan lanjutan seperti USG dan laboratorium,” ujar Ribka, di Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026.

Ia menjelaskan, banjir yang berlangsung lama berpotensi memicu berbagai penyakit, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Belum Reda, BPBD DKI Pantau Awan Tiap Hari Lewat Operasi Modifikasi Cuaca

Karena itu, keberadaan fasilitas USG dan pemeriksaan laboratorium dinilai penting untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi kesehatan.

“Kami ingin memastikan warga terdampak tidak kehilangan akses terhadap layanan kesehatan hanya karena bencana,” katanya.

Pelayanan medis difokuskan pada wilayah Karawang, Bekasi, dan Subang yang dilaporkan mengalami dampak paling parah.

Tim medis akan bergerak mendekati titik-titik pengungsian dan permukiman warga untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan formal akibat banjir.

Selain layanan darat melalui Bus Klinik Berjalan, PDIP juga melanjutkan misi Kapal Rumah Sakit Apung Malahayati untuk menjangkau masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak bencana dan memiliki keterbatasan akses layanan medis.

Baca Juga: Jasamarga Lanjutkan Perbaikan Jalan Tol Jakarta–Cikampek di Sejumlah Segmen Prioritas

Langkah ini menegaskan komitmen partai dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.

Aksi ini menjadi bukti bahwa bantuan kemanusiaan PDIP tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga pada kualitas layanan.

Dengan dukungan tenaga medis profesional dan fasilitas lengkap, Bus Klinik Berjalan diharapkan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak bencana secara cepat, tepat, dan manusiawi.***