BEKASI.POJOKSATU.id - Setiap kontentasi pemilihan anggota legislatif (pileg) selalu menyisakan cerita kekecewaan dari para caleg.
Kekecewaan itu bisa berbuntut kepada depresi karena tidak menerima kekalahan atau bisa juga karena sudah habis banyak untuk menjaring suara.
Caleg yang mengalami depresi tak jarang tiba-tiba menjadi pendiam atau bertingkah aneh.
Baca Juga: Tidak Ada Ruang Rawat Inap untuk Caleg Stres di RSUD Kota Bekasi
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan layanan konsultasi kesehatan jiwa bagi para caleg yang mengalami depresi pasca Pileg.
Sekretaris Dinkes Kabupeten Bekasi, Supriadinata, menerangkan hal itu sebagai antisipasi melonjaknya angka caleg dengan gangguan jiwa.
"Kami juga menyiapkan obat-obatan, tenaga medis, dan juga dokter yang sudah terlatih untuk penanganan," ujar Supriadinata, Selasa, 31 Oktober 2023.
Apabila puskesmas tidak dapat menangani, maka caleg tersebut akan dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi di Jalan Teuku Umar, Cibitung.
Baca Juga: PAN Kota Bekasi Target 8 Kursi pada Pileg 2024
"Rujukan akan diberikan secara berjenjang, mulai dari rumah sakit terdekat hingga RSUD Kabupeten Bekasi yang telah menyiagakan dokter spesialis kejiwaan," jelas dia.
Jika kondisi mengharuskan caleg depresi tersebut dirawat, maka dokter akan merujuk ke rumah sakit jiwa di Grogol dan Bogor.
Total kursi DPRD Kabupaten Bekasi hanya 55, sedangkan jumlah caleg yang bersaing mencapai 856 orang, 560 laki-laki dan 296 perempuan.***




