BEKASI.POJOKSATU.id - Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha berharap normalisasi Saluran Sekunder Bendung Kedung Gede (SS BKG) tidak berhenti pada pengerukan sedimentasi semata. Ia meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) melakukan pemeliharaan saluran secara berkala agar aliran irigasi tetap optimal.

Menurut Hasyim, sedimentasi dan pertumbuhan tanaman air menjadi salah satu penyebab utama terganggunya distribusi air ke lahan pertanian di wilayah Kecamatan Pebayuran.

"Harapan kami, kedua instansi tersebut tidak hanya mengatur debit air, tetapi juga rutin memelihara saluran irigasi agar tanaman air dan sedimentasi tidak kembali menghambat aliran," ujarnya, Rabu, 2 September 2026.

Ia menjelaskan, secara administratif pengelolaan saluran irigasi menjadi kewenangan BBWS, sedangkan pengaturan debit air berada di bawah tanggung jawab PJT.

Baca Juga: Normalisasi Irigasi Pebayuran Capai 50 Persen, Ditargetkan Rampung Sebulan Lagi

Hasyim menuturkan kondisi pertanian di Kecamatan Pebayuran saat ini masih bervariasi. Sebagian petani telah memasuki tahap perawatan tanaman, namun sebagian lainnya, terutama di Desa Karangsegar dan Desa Karangharja, belum dapat memulai masa tanam kedua akibat minimnya pasokan air.

Ia optimistis normalisasi yang kini berjalan akan segera mengembalikan aliran air ke lahan pertanian sehingga petani bisa kembali bercocok tanam.

"Insya Allah kalau airnya sudah masuk, petani bisa segera memulai masa tanam kedua," katanya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Dinas SDABMBK, Dinas Pertanian, BBWS, dan PJT saat ini terus mempercepat penyelesaian normalisasi saluran irigasi yang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.***