BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengajak masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah penyebaran Hantavirus. Penyakit ini diketahui berkaitan erat dengan keberadaan hewan pengerat, terutama tikus, yang hidup di lingkungan kotor dan lembap.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata, menjelaskan bahwa Hantavirus umumnya ditularkan melalui paparan yang berasal dari tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.
“Kalau tikus itu binatang pengerat yang suka hidup di daerah kotor dan banyak makanan, seperti dekat pasar maupun tempat pembuangan sisa makanan,” ujarnya.
Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, menutup celah yang berpotensi menjadi sarang tikus, mengendalikan populasi hewan pengerat, serta rutin melaksanakan kegiatan gotong royong.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Bekasi Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diperkuat untuk Deteksi Dini
“Masyarakat kami imbau menjaga kebersihan lingkungan, rajin cuci tangan, serta membersihkan tempat-tempat yang diduga menjadi sarang tikus,” katanya.
Selain edukasi kepada masyarakat, Dinas Kesehatan juga terus melakukan penyuluhan melalui media sosial serta fasilitas pelayanan kesehatan guna meningkatkan pemahaman warga mengenai gejala dan cara pencegahan Hantavirus.
Menurut Supriadinata, penyakit ini memiliki gejala yang sering menyerupai penyakit lain sehingga masyarakat perlu waspada.
“Hantavirus memiliki gejala yang mirip dengan demam berdarah dan tifoid, seperti demam tinggi, nyeri otot, kelelahan, hingga sesak napas,” jelasnya.
Meski kewaspadaan terus ditingkatkan, Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Kapolres Metro Bekasi Hadiri HUT ke-7 UMKM Wira Pekerja, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
“Per hari ini, 26 Mei 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi belum menerima laporan kasus Hantavirus baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik,” ungkapnya.
Pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi benteng utama pencegahan berbagai penyakit zoonosis, termasuk Hantavirus.***




