BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyiapkan strategi pelayanan kesehatan menyeluruh bagi calon jamaah haji tahun 2026 dengan mengerahkan tenaga medis khusus serta pendamping yang akan mengawal jamaah sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan kondisi kesehatan yang optimal, mengingat aktivitas ibadah yang padat dan membutuhkan stamina tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Irfan Maulana, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tenaga kesehatan dalam setiap kelompok terbang.

“Untuk mendukung pelayanan kesehatan, kami menyiapkan 12 tenaga kesehatan kloter serta tambahan pendamping dari daerah,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 26 Maret 2026.

Baca Juga: Tri Adhianto Pantau Layanan Publik Bekasi Pascalebaran, Pastikan Tetap Normal

Menurutnya, kehadiran tenaga medis ini sangat penting untuk memberikan layanan kesehatan secara cepat dan tepat.

Terutama bagi jamaah yang mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan maupun saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Selain tenaga medis, pendamping dari daerah juga disiapkan untuk membantu koordinasi serta memastikan jamaah, khususnya lansia, mendapatkan perhatian lebih selama berada di Tanah Suci.

Irfan menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya difokuskan saat keberangkatan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendampingan selama kurang lebih 40 hari masa ibadah haji berlangsung.

Baca Juga: Strategi Besar Bekasi, Kawasan Grand Wisata dan MM2100 Akan Disulap Jadi Pusat Bisnis dan Pariwisata

“Kewaspadaan dini terhadap penyakit yang berpotensi menjadi wabah menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berbagai potensi risiko kesehatan telah diantisipasi sejak awal, termasuk melalui pemberian vaksin meningitis dan polio, serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang telah dilakukan sebelumnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya peran jamaah dalam menjaga kondisi kesehatan secara mandiri.

Jamaah diminta untuk menjaga pola istirahat, mengatur aktivitas, serta membawa obat-obatan pribadi yang dibutuhkan selama perjalanan.

“Istirahat cukup, hindari kelelahan, dan pastikan dalam kondisi fit saat berangkat. Jika sakit saat tiba di Arab Saudi, ada kemungkinan jemaah dipulangkan,” katanya.

Dengan sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi antara persiapan di daerah dan pendampingan di Tanah Suci, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap risiko gangguan kesehatan dapat diminimalisir.

Baca Juga: Syarat Gadai BPKB Mobil di SEVA, Solusi Dana Tunai untuk Kebutuhan Warga Bekasi

Selain itu, kesiapan tenaga medis dan pendamping juga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi jamaah, sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji, sekaligus memastikan jamaah asal Kabupaten Bekasi dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan meraih predikat haji yang mabrur.***