BEKASI.POJOKSATU.id - Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbupora) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, menjelaskan bahwa peringatan Hari Museum Nasional kali ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan seni budaya, termasuk kolaborasi dengan Museum Wayang Jakarta yang menghadirkan pengenalan sejarah dan perkembangan wayang.
Selain pameran, Gedung Juang juga rutin menampilkan pertunjukan seni budaya setiap malam, memberi ruang bagi seniman lokal untuk berkarya dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kami ingin museum ini menjadi ruang hidup bagi kebudayaan. Pengunjung bisa menikmati sejarah sekaligus pertunjukan seni,” ungkap Iman.
Baca Juga: Wabup Asep Surya Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali Nilai Sejarah di Museum Gedung Juang 45
Ia menambahkan, ke depan Disbupora akan mengembangkan Gedung Juang 45 sebagai museum digital yang lebih interaktif, modern, dan ramah bagi penyandang disabilitas. Fasilitas seperti media braille, pemandu khusus, dan akses bagi tuna rungu tengah disiapkan agar museum semakin inklusif.
“Digitalisasi museum harus terus dikembangkan agar tetap relevan. Kami ingin museum ini bisa diakses semua kalangan,” jelasnya.
Iman berharap kegiatan edukasi dan budaya di Gedung Juang mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan sejarah dan identitas lokal, serta menjadikan museum sebagai bagian hidup dari keseharian warga.
“Gedung Juang 45 bukan sekadar bangunan bersejarah, tapi ruang belajar dan ruang berkumpul warga Bekasi,” pungkasnya.***




