Pojokbekasi.com - Saduloh (41) dan Agung Rudiyanto (31) mewakili Indonesia untuk mengikuti perlombaan memasang keramik di China pada November 2024 mendatang. Kedua pria tersebut terpilih mewakili negaranya setelah memenangkan perlombaan serupa di tingkat nasional.
Dua pria yang berprofesi sebagai tukang bangunan itu akan berangkat ke Negeri Tirai Bambu setelah mengalahkan peserta lainnya pada grand final lomba pasang keramik yang diselenggarakan PT Sika Indonesia, di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (13/10).
"Nah ini tukang keramik (pemenang lomba) ini bakal ikut kompetisi internasional di Shanghai, China," kata Chanel Distribution Manager PT Sika Indonesia, Basuki Setiawan, seusai perlombaan.
Sebelum berlomba di tingkat internasional, lanjut Basuki, dua pria asal Demak, Jawa Tengah itu akan dibekali dengan berbagai pelatihan. Termasuk memberikan teori dan cara memang keramik menggunakan peralatan yang lebih moderen.
"Pemenang dari kompetisi ini akan ada workshop dulu dari Sika Indonesia, jadi nggak langsung menang langsung dikirim (ke China) gitu ya, tentunya akan kita persiapkan," ungkapnya.
"Apalagi tahun lalu tuh di China seperti ini nih ternyata, ada tes ini, tes ini, kita sudah tahu ada tes teori, ada tes pemasangan keramik, kita akan workshop dulu di sini, sekitar satu minggu untuk mempersiapkan mereka, supaya mereka juga lebih percaya diri ya," lanjut Basuki.
Saduloh dan Agung Rudiyanto yang akan mewakili Indonesia dalam lomba memasang keramik di China merupakan pemenang dari perwakilan Region Jawa Tengah. Kedua pria itu kemudian diadu kembali oleh peserta dari region lainnya hingga akhirnya menjadi pemenang.
"Sebelumnya kami sudah melakukan kompetisi ini yang pertama di Semarang tanggal 25 Agustus, terus yang kedua di Gresik tanggal 22 September, dan sekarang di Bekasi," kata Manager Marketing PT Sika Indonesia, Irene Yulientin.
Irene mengatakan, pada perlombaan ini yang menjadi penilaian utama ialah hasil mengaplikasikan produk Sika ke keramik atau granit. Namun demikian, para peserta juga diberikan informasi seputar penggunaan peralatan memasang keramik yang lebih moderen.
"Yang pasti pertama (penilaian) dari segi hasil aplikasi, yang kedua juga dari segi pengerjaannya, jadi pasti kita lihat dengan kita berikan waktu (perlombaan) sekitar 50 sampai 60 menit hasil aplikasi sudah harus selesai, yang ketiga dari segi kerapatan," katanya.
Pemenang lomba memasang keramik yang akan mewakili Indonesia di tingkat internasional akan bersaing dengan peserta dari 17 negara. Di antaranya, China, Vietnam, Brazil, Australia, Kolumbia dan beberapa negara di Eropa.
Di pelaksanaan lomba yang ke 10 tingkat global ini, PT Sika Indonesia berharap perwakilannya bisa memenangkan kejuaraan dan membawa pulang prestasi.(enr)



