BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Bekasi melalui Hipmi Peduli menyalurkan air bersih sejumlah wilayah terdampak kekeringan.

Ketua Umum BPC Hipmi Kabupaten Bekasi Marcos Nasution bersama demgan pengurus Sekretaris Alvin Ramsan dan Bendahara Dede Pratama di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Rabu, 4 Oktober 2023.

"Kita Hipmi Kabupaten Bekasi merasa terpanggil, info bupati beberapa desa mengalami kekeringan. Kita siapkan dana, mengumpulkan air bersih. Alhamdulillah bisa terkumpul," ucap dia.

Baca Juga: Musim Kemarau, Air di Situ Burangkeng Mengering

Marcos menyebut hal itu murni panggilab hati untuk membantu masyarakat Kabupaten Bekasi yang mengalami kekeringan.

"Total ada 11 armada di 3 kecamatan, Serang Baru, Cibarusah, dan Sukakarya, karena memang kecamatan itu yang terdampak kekeringan," ucap pengusaha truk ini.

"Warga tadi saya tanya bilang sudah sebulan kekeringan dan sangat senang dengan bantuan air bersih ini," kata dia.

Baca Juga: Kades Kertarahayu Apresiasi Pengesahan Perda Desa Wisata

Sementara itu Ketua Hipmi Peduli Kabupaten Bekasi M. Irfan Septiadi menjelaskan inisiatif ini karena dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi sungguh luar biasa.

"Musibah datang silih berganti, meluluhlantahkan kehidupan negeri, kekeringan berada di Bekasi, bermaksud untuk menguji agar umatnya peduli dan berbagi," kata dia.

"Kami ajak pengudaha muda untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini, dalam wakth 4 hari terkunpul 11 truk tangki air. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pengusaha muda, dan semua yang terlibat," sambung dia.

Hipmi Peduli, kata Irfan, bergerak pada bidang sosial lewat berbagai kegiatan seperti pembagian sembako, santunan dan bantuan pada saat terjadi bencana.

Kepala Dusun III Desa Sukamakmur, Warman Supriatna, mengatakan kekeringan melanda Sukamakmur sejak sebulan terakhir.

Baca Juga: Pemdes Burangkeng Perbaiki TPT Longsor di RW 2

"Biasanya tidak kekeringan, baru tahun ini kekeringan, panasnya kenceng. Akibat panas dan angin ini buat persawahan dan air susah," kata dia.

Warman menyebut kekeringan melanda secara umum di desa, sampai-sampai warga yang berada tak jauh dari pintu air depan kantor desa pun mengalaminya.

"Air belum ada bantuan dari BPBD, jadi warga beli di agen, dikirim sampai rumah 5 ribu rupiah," demikian kata dia.***