BEKASI.POJOKSATU.id - Kebakaran ruang kepala sekolah (kepsek) SDN Muktijaya 3 di Desa Muktijaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menyisakan kejanggalan.
Kepala SDN Muktijaya 3 Husein Kasim meyakini bahwa kebakaran itu tidak disebabkan korsleting listrik.
"Kalau korslet lampu mati, tapi ketika kebakaran listrik masih menyala. Di sana (meteran listrik) ada bekas minyak goreng," kata dia kepada wartawan di lokasi, Selasa, 7 November 2023.
Baca Juga: SDN Muktijaya 3 Kebakaran, Ruang Kepsek Alami Kerusakan
Husein juga menjelaskan ruang kepsek selalu dikunci, akan tetapi pada kejadian kebakaran malam itu terbuka. Diduga ada orang yang masuk ruang kepsek dengan mendobrak pintu itu.
"Tinta (printer) di dalam diambil dan saat itu posisinya sudah di luar ruangan. Sound juga yang tadinya di dalam ditemukan di dalam WC warga," ucap dia.
Di dinding depan sekolah ditemukan coretan dari tinta printer berisi kata-kata yang tidak pantas.
Kemudian, di plang SDN Muktijaya 3 yang terdapat di depan ruang kepsek pun terdapat bekas tinta biru. Muncul dugaan ada orang yang sebenarnya ingin menulis sesuatu di plang itu, akan tetapi tinta tidak melekat dan justru menetes.
"Tidak ada barang yang hilang, hanya berpindah saja," tutur kepala sekolah yang menjabat di sana sejak Januari 2020.
Baca Juga: Kebakaran Sore Hari, Penyebabnya Bocah Main Api
Soal kerusakan di bagian ruang kepsek, dia tak begitu mengetahui karena belum memeriksa. Akan tetapi dari pantauan di lokasi, tampak kerusakan di bagian dinding, plafon hingga ke atap.
Kejanggalan tersebut membuat dia menduga ada sabotase terhadap sekolahnya. Meski demikian, Husein menyerahkan hasil penyelidikan ini kepada Polsek Setu.
Sebelum kejadian ini, dia menjelaskan tidak ada suatu insiden di sekolah baik terhadap guru ataupun peserta didik.
Baca Juga: Korsleting Listrik Jadi Penyebab Kebakaran Terbanyak di Kota Bekasi
SDN Muktijaya 3 menjadi pernah meraih juara 2 adiwiyata dan tengah mewakili Kabupaten Bekasi di tingkat provinsi untuk hal yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, garis polisi terpasang di ruang kepsek dan ruang kelas V yang turut mengalami kerusakan.***




