BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan meraih penghargaan sebagai Badan Publik dengan Kualifikasi Kabupaten Informatif tahun 2025.
Penghargaan ini menjadi yang kedua kalinya diraih secara berturut-turut oleh Pemkab Bekasi.
Dalam ajang monitoring dan evaluasi kepatuhan keterbukaan informasi publik yang digelar Komisi Informasi Jawa Barat.
Baca Juga: Lantik Ribuan PPPK, Tri Adhianto Ingatkan Disiplin Bukan Sekadar Formalitas
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, pada malam puncak Anugerah Wira Dharma Jawa Barat 2025 yang berlangsung di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Asep Surya Atmaja menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, khususnya Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) sebagai PPID Utama, atas kerja kolektif dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.
Baca Juga: RTRW Direvisi, Pemkab Bekasi Klaim Siapkan Tata Ruang Lebih Terkendali
Menurutnya, capaian ini menjadi kado istimewa bagi Kabupaten Bekasi di penghujung tahun 2025.
Pastinya kami berterima kasih kepada Diskominfosantik dan perangkat daerah lainnya.
"Kita berhasil mendapat penghargaan kedua kalinya sebagai badan publik dengan kualifikasi informatif. Ini merupakan kado akhir tahun untuk Kabupaten Bekasi,” ujar Asep, dikutip dari bekasikab.go.id, 31 Desember 2025.
Baca Juga: Seorang Wanita Tewas Setelah Terjebak Di Warung Kelontong Pada Saat Kebakaran
Ia menambahkan, capaian tersebut diharapkan menjadi penyemangat agar Bekasi ke depan semakin maju dan sejahtera.
Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa keterbukaan informasi merupakan elemen penting dalam tata kelola pemerintahan modern.
Terutama di daerah yang memiliki tingkat kemajemukan tinggi seperti Kabupaten Bekasi.
Ia menilai dinamika pemberitaan, kritik, dan masukan publik justru menjadi indikator sehatnya demokrasi dan keterbukaan informasi di daerah.
“Kabupaten Bekasi itu sangat majemuk. Keterbukaan kita terlihat dari pemberitaan yang sangat terbuka. Media paling lengkap se-Jawa Barat sepertinya ada di Bekasi, dan di situ banyak kritik serta masukan. Itulah Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Baca Juga: Antrean Diprediksi Padat, Disdukcapil Bekasi Tambah Kuota Cetak KTP-el
Ke depan, Pemkab Bekasi berkomitmen terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik.
Salah satunya melalui penguatan layanan satu pintu di DPMPTSP dengan dukungan penuh Diskominfosantik.
“Peran Diskominfosantik sangat penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan Kabupaten Bekasi,” tegas Asep.
Baca Juga: atalitas Kecelakaan Turun 19,8 Persen, Kakorlantas: Lebih dari 5.500 Nyawa Terselamatkan
Sementara itu, Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menyebut keberhasilan mempertahankan predikat kabupaten informatif merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur PPID di lingkungan Pemkab Bekasi.
“Predikat ini dapat dipertahankan berkat kerja sama pimpinan hingga PPID pelaksana sebagai ujung tombak pelayanan informasi,” katanya.
Ia menambahkan, Diskominfosantik akan terus melakukan inovasi, termasuk pengembangan aplikasi digital dan kanal pengaduan masyarakat berbasis daring.
Guna mempermudah akses informasi publik secara cepat dan transparan.***




