BEKASI.POJOKSATU.id – Ketua BPD Kertarahayu Dedi bin Darip menilai, perhatian pemerintah daerah terhadap keluhan warga baru muncul setelah aksi protes masyarakat terkait akses jalan yang terputus akibat proyek Tol Japek 2 Seksi 2A viral di media sosial dan pemberitaan.

“Kalau menurut saya, kalau kemarin tidak ada aksi ibu-ibu yang ramai di media sosial dan diberitakan, mungkin tidak akan ada respon cepat,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa, 14 Oktober 2025.

Menurut Dedi, aksi spontan warga tersebut membuat masalah di Kertarahayu mendapat perhatian serius dari Pemkab Bekasi. Dalam pertemuan dengan Bupati Ade Kuswara Kunang, pemerintah desa dan perwakilan warga akhirnya mendapat jaminan bahwa jembatan penyeberangan akan dibangun.

Baca Juga: Warga Kertarahayu Akui Tak Pernah Dilibatkan dalam Proyek Tol yang Putuskan Jalan Desa

Dedi berharap, pemerintah daerah benar-benar menepati komitmen itu. Ia juga mengingatkan agar tanah kas desa atau fasilitas umum yang terdampak proyek tol tetap mendapatkan penggantian yang adil.

“Harapan kami, semua fasilitas umum atau tanah desa yang terdampak proyek diganti sebagaimana mestinya. Jangan sampai yang dekat malah dijauhkan,” tegasnya.***