BEKASI.POJOKSATU.ID - Warga Perumahan Bumi Kahuripan Indah (BKI), Sukatani, Kabupaten Bekasi, sudah hampir tiga bulan menghadapi krisis air bersih.
Mereka terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak, karena aliran air dari PDAM Tirta Bhagasasi tidak lagi lancar ke rumah-rumah mereka.
Rio Harmonis (32 tahhn), salah satu warga BKI, mengungkapkan bahwa harga air galon semakin membebani mereka. Setiap hari, warga harus merogoh kocek hingga Rp 60.000 untuk membeli sekitar 10 galon air guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Dorong Pemanfaatan Lahan Tak Produktif untuk Ketahanan Pangan
"Biasanya untuk mandikan anak kecil, karena untuk memandikan anak kecil itu butuh air bersih, buat masak juga," ujar Rio saat ditemui pada Selasa,10 Juni 2025.
Selain membeli air, beberapa warga juga terpaksa meminta air dari pemilik sumur bor, meski hal itu menambah ketidaknyamanan dalam hubungan bertetangga.
"Tapi kita juga enggak enak sama tetangga meminta-minta," kata Rio.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Landa 1.900 KK di Perumahan Bumi Kahuripan Indah Bekasi
Krisis air bersih ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi warga BKI terkait akses air yang layak. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera mencari solusi untuk mengatasi masalah krisis air bersih yang semakin memperburuk kehidupan sehari-hari warga.***




