BEKASI.POJOKSATU.ID - Aksi pencurian yang terjadi di SDN 03 Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, meninggalkan dampak serius bagi proses belajar mengajar.
Sejumlah aset vital penunjang pendidikan raib digondol maling, membuat guru dan siswa terpaksa beradaptasi dengan fasilitas yang serba terbatas.
Pencurian tersebut diduga terjadi pada Senin 26 Januari 2026 dini hari saat kondisi sekolah sepi dan tidak ada aktivitas belajar.
Baca Juga: Banjir di Kabupaten Bekasi Belum Surut, 15 Ribu Warga Masih Mengungsi
Guru SDN 03 Jayabakti, Furkon Fauzi, mengaku baru mengetahui kejadian itu saat memasuki salah satu ruangan sekolah yang kondisinya sudah berantakan.
Setelah dilakukan pendataan, diketahui berbagai perangkat penting telah hilang.
“Benar, telah terjadi pencurian di sekolah kami. Sejumlah aset sekolah disikat maling,” ujar Furkon, Selasa 27 Januari 2026.
Baca Juga: Aksi Mogok Gagal Tekan Harga, Pedagang Daging Justru Alami Penurunan Penjualan
Ia menyebut barang-barang yang hilang bukanlah aset biasa, melainkan perangkat utama yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Dari hasil inventarisasi sementara, pelaku membawa kabur lima unit laptop, lima unit infokus, dua kamera digital, satu set proyektor, hingga kotak amal yang diperuntukkan bagi anak yatim.
“Yang hilang mulai dari infokus, laptop hingga kamera, bahkan kotak amal untuk anak yatim juga ikut raib,” ungkapnya.
Baca Juga: Dikebut Jelang Lebaran, JPO Stasiun Bekasi Ditargetkan Rampung Usai Idul Fitri
Hilangnya berbagai perangkat tersebut membuat guru harus memutar otak agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Selama ini, laptop dan infokus menjadi sarana utama untuk menyampaikan materi pembelajaran digital kepada siswa.
Tanpa perangkat tersebut, guru terpaksa kembali ke metode konvensional dengan keterbatasan media.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena barang-barang tersebut sangat dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Dampaknya bukan hanya ke sekolah, tapi juga ke anak-anak,” kata Furkon.
Ia mengungkapkan, kerugian akibat pencurian ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Tak Perlu Bayar Denda, Ini Cara Ganti Paspor Rusak Akibat Banjir di Bekasi
Kapolsek Cabangbungin AKP Alex Candra memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut.
“Sudah melapor kemarin siang, saat ini sedang ditelusuri,” ujarnya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku.
Baca Juga: Dalang Muda Asal Bekasi Tetap Setia Merawat Wayang di Tengah Gempuran Budaya Digital
Alex menambahkan, pelaku diduga masuk dengan cara membobol ruang guru yang selama ini digunakan sebagai tempat penyimpanan aset sekolah.
“Saksi-saksi diperiksa, olah TKP juga kami lakukan,” katanya.
Sementara itu, pihak sekolah berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku agar aset pendidikan bisa kembali dan aktivitas belajar mengajar di SDN 03 Jayabakti dapat berjalan normal.
Bagi guru dan siswa, pencurian ini bukan sekadar kehilangan barang, tetapi juga kehilangan sarana penting untuk meraih masa depan yang lebih baik.***




