BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi mengebut pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang di kawasan Stasiun Bekasi menjelang arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Proyek infrastruktur tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dua hingga tiga bulan atau setelah Lebaran.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan publik dan keselamatan penumpang transportasi massal.

Baca Juga: Tak Perlu Bayar Denda, Ini Cara Ganti Paspor Rusak Akibat Banjir di Bekasi

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, mengatakan pekerjaan fisik JPO sudah mulai dilaksanakan sejak pekan lalu setelah seluruh perizinan dari Kementerian Perhubungan dan pihak pengelola stasiun dinyatakan tuntas.

Ia memastikan proses pembangunan tetap berjalan dengan memperhatikan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas warga saat musim mudik.

“Pekerjaan fisik sudah mulai dari minggu kemarin. Sebelumnya sempat terkendala perizinan dari Kemenhub dan stasiun, tapi sekarang izin sudah keluar dan sudah oke,” ujar Idi, Selasa 27 Januari 2026.

Baca Juga: Dinkes Kabupaten Bekasi Minta Masyarakat Waspadai Penyakit Pascabanjir, ISPA hingga Gangguan Kulit Mengintai Warga

Idi menyebutkan, pembangunan JPO ditargetkan selesai dalam waktu relatif singkat agar tidak mengganggu pelayanan stasiun saat arus mudik Lebaran.

“Lama pekerjaan sekitar dua sampai tiga bulan,” katanya.

JPO tersebut nantinya dirancang terhubung langsung dengan area Stasiun Bekasi.

Baca Juga: Dalang Muda Asal Bekasi Tetap Setia Merawat Wayang di Tengah Gempuran Budaya Digital

Dengan skema tersebut, penyeberangan pejalan kaki di permukaan Jalan Ir. H. Juanda akan ditiadakan demi mengurangi potensi kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Terutama saat lonjakan penumpang KRL pada masa mudik dan arus balik.

“Nanti JPO langsung masuk ke stasiun. Jadi penyeberangan di bawah tidak ada lagi. Median jalan akan kita pasang pembatas supaya tidak bisa dilalui pejalan kaki,” jelas Idi.

Terkait pengaturan lalu lintas selama pembangunan berlangsung, DBMSDA Kota Bekasi telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan.

Penutupan akses penyeberangan di bawah jalan, khususnya di sekitar pintu selatan Stasiun Bekasi, baru akan dilakukan setelah JPO selesai dan siap digunakan oleh masyarakat.

Baca Juga: Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Terima Kunjungan Studi SMK Muhammadiyah Kuto Winangun Kebumen

“Kalau JPO sudah jadi, pintu selatan bisa ditutup. Jadi orang yang mau masuk stasiun lewat situ langsung menyeberang lewat atas,” ujarnya.

Selama proses pembangunan, sejumlah penyesuaian teknis dilakukan, termasuk penggeseran pondasi JPO agar tidak mengganggu akses usaha di sekitar lokasi.

Idi menegaskan proyek tersebut merupakan kebutuhan publik yang manfaatnya akan dirasakan luas.

Khususnya oleh pemudik yang mengandalkan Stasiun Bekasi sebagai titik mobilitas utama.

Dengan target penyelesaian pasca Lebaran, Pemkot Bekasi berharap JPO tersebut dapat langsung berfungsi optimal.

Untuk mendukung kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran mobilitas warga pada masa-masa padat penumpang berikutnya.***