BEKASI.POJOKSATU.ID - Luapan Kali Bekasi kembali menyebabkan banjir yang mengganggu akses transportasi warga. Genangan air menutup jalan utama penghubung antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan.
Akses jalan yang terdampak banjir tersebut berada di Jalan Raya Pisangan, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Jalan ini merupakan jalur vital yang biasa digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
Berdasarkan pantauan di lokasi, banjir akibat luapan Kali Bekasi mencapai ketinggian sekitar satu meter. Kondisi ini membuat para pengendara sepeda motor tidak bisa melintas dan terpaksa memanfaatkan jasa gerobak dorong untuk menyeberangi genangan air.
Baca Juga: Wakil Rakyat Turun ke Lokasi Banjir, Marjuki Dengarkan Langsung Keluhan Warga Bekasi
Banjir tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga. Sejumlah masyarakat yang hendak berangkat bekerja maupun pulang ke rumah terpaksa menggunakan jasa gerobak sebagai satu-satunya alternatif untuk melewati jalan yang terendam.
Salah seorang pengendara motor, Dani, mengatakan bahwa banjir yang memutus akses jalan tersebut memang berasal dari luapan aliran Kali Bekasi. Ia menyebut kejadian serupa sudah kerap terjadi setiap kali debit air sungai meningkat.
“Ini sudah sering terjadi. Kalau Kali Bekasi meluap, jalan ini pasti terputus,” ujar Dani, Jumat, 30 Januari 2026.
Untuk satu unit sepeda motor, pengendara harus membayar biaya jasa gerobak sebesar Rp50 ribu. Meski dinilai cukup mahal, warga tetap menggunakannya karena tidak memiliki pilihan lain.
“Ya mau bagaimana lagi, kalau lewat sini memang harus pakai gerobak. Mahal, tapi ini jalur yang biasa dilewati,” katanya.
Baca Juga: Warga Diminta Tak Diam, Polisi Ajak Masyarakat Bongkar Peredaran Obat Terlarang
Dani menambahkan, dalam sepekan terakhir jalan tersebut sudah tiga kali terendam banjir akibat meningkatnya debit air di Kali Bekasi.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk perbaikan dan peninggian jalan, agar banjir tidak terus berulang dan akses transportasi masyarakat dapat kembali normal.***




