BEKASI.POJOKSATU.ID - Peran masjid di tengah masyarakat terus berkembang. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, masjid kini juga hadir sebagai pusat pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang sedang melakukan perjalanan jauh.
Transformasi fungsi tersebut terlihat melalui program Masjid Ramah Pemudik yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada momentum mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui program ini, sejumlah masjid disiapkan sebagai tempat singgah bagi para musafir yang membutuhkan tempat beristirahat sekaligus menjalankan ibadah selama perjalanan.
Salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut berada di Masjid Besar Al-Hidayah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Di masjid ini, para pemudik tidak hanya dapat melaksanakan salat atau berbuka puasa, tetapi juga memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jauh.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, mengatakan bahwa program Masjid Ramah Pemudik bertujuan memperkuat peran sosial masjid dalam melayani masyarakat.
“Kegiatan ini bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pengendara dan pemudik yang sedang menempuh perjalanan jauh. Kita ingin mereka bisa beristirahat, berbuka puasa, dan melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujarnya di Bekasi, Jumat 13 Maret 2026.
Menurut Muchlis, melalui program ini masjid didorong untuk tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual.
Baca Juga: Semangat Solidaritas Ramadan Menggema di Bekasi, FKUB Bagikan Ribuan Takjil untuk Pengendara
Tetapi juga menjadi ruang pelayanan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Di sejumlah masjid yang terlibat dalam program tersebut, pemudik dapat menemukan berbagai fasilitas seperti area istirahat, minuman hangat, pembagian takjil, hingga layanan konsultasi keagamaan terkait fikih musafir.
Para penyuluh agama turut hadir untuk memberikan pendampingan bagi pemudik yang ingin berkonsultasi mengenai ibadah selama perjalanan, seperti pelaksanaan salat jamak dan qashar.
Pelayanan tersebut juga didukung oleh Kantor Kementerian Agama di tingkat daerah.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Umar Nashir, menegaskan bahwa pelayanan bagi pemudik harus dilakukan dengan sikap ramah agar masyarakat yang singgah merasa terbantu.
“Melayani pemudik bukan pekerjaan sampingan. Mereka sedang dalam perjalanan jauh sehingga harus mendapatkan pelayanan yang baik dan membuat mereka merasa terbantu,” katanya.
Di Kabupaten Bekasi, program Masjid Ramah Pemudik dilaksanakan di tiga masjid, yaitu Masjid Besar Al-Hidayah, Masjid Jami Darussa’adah, dan Masjid Jami Al-Barkah.
Secara nasional, program ini melibatkan sekitar 6.859 masjid yang disiapkan sebagai tempat singgah bagi para pemudik.
Melalui program tersebut, masjid diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat, tidak hanya pada momen ibadah, tetapi juga dalam membantu kebutuhan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh.***




