SETU, BEKASI.POJOKSATU.id - Ratusan siswa SDN 03 Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, tetap mendatangi sekolah mereka meski tidak ada lagi tenaga pengajar yang hadir, Senin, 2 November 2026. Para murid bahkan terpaksa menggelar upacara bendera mandiri tanpa didampingi guru akibat polemik relokasi dampak proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.
Ketua Komite SDN 03 Burangkeng, Toing Permanik, menegaskan kesepakatan wali murid yang menolak rencana pemindahan KBM sementara ke SDN 05 Burangkeng. Pihaknya menyesalkan keputusan sepihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi yang memindahkan guru dan fasilitas tanpa surat resmi.
"Hasil musyawarah wali murid kami menolak dipindahkan sebelum ada kejelasan bangunan. Hari ini kami tetap melaksanakan upacara bendera meski tanpa guru," kata Toing.
"Dinas Pendidikan tidak melakukan musyawarah main suruh pindah aja. Sekelas Dinas tidak mengeluarkan surat, hanya lisan pemberitahuan guru," tambahnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Burangkeng, Rony Romdhoni, mengonfirmasi bahwa seluruh sarana prasarana serta tenaga pengajar memang telah dipindahkan ke SDN 05 Burangkeng. Pihak desa kini tengah berupaya memediasi persoalan tersebut agar hak belajar anak-anak tidak terabaikan.
"Tadi saya sudah menghubungi kepala sekolah tidak ada respon. Kami juga berharap proses pemindahan secara legalitas harus bersurat, tidak hanya bicara saja. Dari sini saya akan menemui kepala sekolah dulu, terkait mekanisme seperti apa," jelas Rony.




