BEKASI.POJOKSATU.id - Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) kembali mengaktifkan roda organisasinya di Kota dan Kabupaten Bekasi. Langkah tersebut ditandai dengan peresmian kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ORI di Ruko Tambun City, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat, 24 Juli 2026.
Ketua DPC ORI Kabupaten Bekasi, Guntoro, mengatakan kebangkitan kembali ORI dilakukan setelah sejumlah pengurus memutuskan keluar dari Partai Buruh. Saat ini, organisasi sedang melakukan pembaruan data anggota sebagai bagian dari konsolidasi internal.
“Setelah beberapa lama berada di Partai Buruh, kami memutuskan menarik diri dan menghidupkan kembali ORI. Sekarang kami sedang melakukan pemutakhiran data keanggotaan,” ujar Guntoro.
Ia menjelaskan, ORI merupakan organisasi kemasyarakatan yang telah berdiri sejak 2015. Selama ini, ORI bergerak di bidang advokasi, pendampingan masyarakat, kegiatan sosial, serta memperjuangkan berbagai aspirasi, termasuk yang berkaitan dengan persoalan ketenagakerjaan.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Pilkades 2026 Senilai Rp59,95 Miliar
Menurut Guntoro, sebagian besar anggota ORI berasal dari kalangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Meski demikian, organisasi tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin bergabung.
“Anggotanya memang banyak berasal dari SPSI, tetapi ORI terbuka untuk masyarakat luas yang ingin bersama-sama berjuang melalui organisasi ini,” katanya.
Mantan Sekretaris Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi itu juga menegaskan ORI tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu. Organisasi memilih bersikap independen meski anggotanya memiliki kebebasan untuk berkiprah di berbagai partai politik.
“Sampai hari ini ORI tidak mengarah ke partai politik tertentu. Sesuai arahan Ketua Umum, ORI akan tetap menjadi organisasi independen, sementara para kadernya bebas berada di partai politik mana pun,” jelasnya.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Pilkades 2026 Senilai Rp59,95 Miliar
Saat ini, ORI masih menyusun struktur kepengurusan di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Pembentukan organisasi di tingkat bawah masih berlangsung karena pengurus pusat baru menetapkan kepemimpinan pada level kabupaten dan kota.
“Untuk struktur di tingkat kecamatan maupun desa dan kelurahan masih dalam proses pembentukan. Ke depan akan kami rapikan agar organisasi dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Guntoro.***




