BEKASI.POJOKSATU.ID - Sebuah angkutan kota K.38 jurusan Cikarang–Pulo dilaporkan tercebur ke aliran kali di Kampung Pelaukan, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, pada Kamis pagi 29 Januari 2026.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang melintas di lokasi kejadian dan mendapati kondisi angkot sudah berada di dalam aliran kali dengan posisi miring.
Menurut keterangan warga, angkot pertama kali terlihat oleh sejumlah orang yang hendak beraktivitas pagi.
Baca Juga: Rekayasa Cuaca Jadi Tameng Darurat, Bekasi Terbantu Hadapi Hujan Ekstrem
Tidak ada suara benturan keras yang terdengar sebelumnya, sehingga keberadaan kendaraan di dalam kali membuat warga terkejut dan bingung.
Beberapa warga langsung mendekat ke tepi kali untuk memastikan kondisi di dalam angkot tersebut.
“Tahu-tahu sudah ada di kali. Kita juga kaget, langsung pada nanya, ‘masih ada nggak orangnya?’,” ujar salah satu warga, 29 Januari 2026.
Baca Juga: Satu Kapal Tak Cukup, Bekasi Butuh 10 Armada untuk Hentikan Sampah ke Laut
Kondisi angkot yang berada di dasar kali memunculkan kekhawatiran akan adanya penumpang atau sopir yang terjebak di dalam kendaraan.
Warga sempat berusaha mengamati dari kejauhan, namun keterbatasan pandangan dan arus air membuat mereka tidak berani mendekat lebih jauh tanpa peralatan.
“Posisinya sudah di bawah, airnya juga keruh. Kita nggak berani turun, takut arusnya,” kata warga lainnya.
Baca Juga: Pascabanjir Cikarang Utara, Desa dan Kecamatan Bergerak Cepat Bersihkan Kali Ulu
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai kronologi kejadian.
Penyebab angkot bisa tercebur ke kali, serta jumlah penumpang yang berada di dalam kendaraan saat peristiwa terjadi.
Belum dapat dipastikan pula apakah terdapat korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa kawasan Kampung Pelaukan memang memiliki ruas jalan yang relatif sempit dan berdekatan langsung dengan aliran kali.
Pada kondisi tertentu, terutama saat pagi hari, lalu lintas di kawasan tersebut cukup padat oleh kendaraan warga yang berangkat bekerja.
Baca Juga: 14.687 Warga DKI Jakarta Hijrah ke Kota Bekasi
“Kalau pagi memang ramai. Jalannya juga dekat kali, nggak ada pembatas tinggi,” ucap seorang warga setempat.
Aparat berwenang disebut masih melakukan penelusuran informasi awal dan pengumpulan data di lapangan.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, terutama terkait keselamatan penumpang angkot tersebut.
Perkembangan informasi terkait insiden angkot tercebur ke kali di Karang Bahagia ini akan terus diperbarui setelah adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait lainnya.***




