BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah desa dan kecamatan di wilayah Cikarang Utara bergerak cepat merespons banjir yang sempat melanda sejumlah permukiman.
Pascabanjir, warga bersama aparat desa turun langsung membersihkan Kali Ulu yang dipenuhi eceng gondok, sampah, dan endapan lumpur di Perumahan Grand Cikarang City 1, Desa Karangraharja, Rabu 28 Januari 2026 pagi.
Aksi pembersihan sungai sepanjang kurang lebih 300 meter itu dilakukan secara swadaya sebagai langkah darurat agar aliran air kembali lancar dan tidak kembali meluap saat hujan deras.
Baca Juga: 14.687 Warga DKI Jakarta Hijrah ke Kota Bekasi
Eceng gondok yang menutupi permukaan sungai selama ini disebut menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran Kali Ulu hingga air melimpas ke permukiman warga.
Kepala Desa Karangraharja, Suhendra, mengatakan kondisi Kali Ulu yang melintang di tengah permukiman warga memang membutuhkan penanganan cepat.
“Banyak sampah, eceng gondok dan endapan lumpur di Kali Ulu. Ini yang menyebabkan air cepat meluap ketika hujan deras,” ujar Suhendra.
Baca Juga: Kali Bekasi Meluap, Permukiman di Bekasi Selatan dan Bekasi Timur Terendam
Menurutnya, langkah pembersihan yang dilakukan saat ini merupakan upaya awal untuk meminimalkan risiko banjir susulan.
Namun, ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
“Penanganan banjir ini tidak bisa hanya oleh pemerintah, perlu peran bersama. Yang kami lakukan saat ini masih penanganan darurat dan pencegahan awal,” katanya.
Baca Juga: Tri Adhianto Tekankan Profesionalisme Pengurus Koperasi di Musda Dekopinda Kota Bekasi
Suhendra menambahkan, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan kecamatan dan kabupaten untuk mencari solusi jangka panjang, terutama terkait normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase.
“Untuk solusi jangka panjang, kami terus berkoordinasi dengan kecamatan dan kabupaten, terutama terkait normalisasi sungai dan perbaikan drainase,” tambahnya.
Camat Cikarang Utara, Enop Can, menyebut aksi bersih-bersih Kali Ulu merupakan bentuk respons cepat pascabanjir yang sempat melanda beberapa titik di wilayahnya.
Ia mengungkapkan, banjir terjadi di lima desa akibat meluapnya Kali Ulu serta saluran irigasi perumahan yang belum siap menampung debit air tinggi.
“Desa yang dampaknya paling berat itu Karangraharja, Tanjungsari, dan Karangasih. Selain curah hujan tinggi, luapan Kali Ulu membuat perumahan seperti Puri Cikarang Hijau dan Sakura tergenang,” ujar Enop Can.
Baca Juga: TPS Incinerator di Taman Kebalen Indah Masih Dikaji, Pemkab Bekasi Tunggu Kepastian Izin
Ia juga menyebut lahan pertanian warga turut terdampak, meski kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Pemerintah kecamatan berharap aksi pembersihan sungai ini dapat mengembalikan fungsi Kali Ulu secara optimal.
Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan agar banjir serupa tidak terulang.***




