BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi mematangkan relokasi pedagang kaki lima di kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC), Cikarang Utara, sebagai langkah strategis mengatasi kemacetan dan kesan kumuh akibat pasar tumpah di Jalan RE Martadinata dan Jalan Kapten Sumantri.

Penataan ini ditargetkan mampu menciptakan wajah kota yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Selama ini, aktivitas pasar tumpah di sekitar SGC kerap memicu kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

Baca Juga: Strategi Keuangan di Tengah Krisis, APBD Kabupaten Bekasi 2026 Difokuskan Tangani Banjir

Lapak pedagang yang meluber hingga badan jalan mempersempit ruang kendaraan, memicu antrean panjang, dan mengganggu mobilitas warga maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan relokasi ini bukan sekadar pemindahan tempat berdagang, melainkan bagian dari penataan kawasan perkotaan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan usai memimpin rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Rapat KH Ma’mun Nawawi, Cikarang Pusat, Kamis 12 Februari 2026.

Baca Juga: Banjir 2 Meter Tinggalkan Ancaman Baru, Gang Mawar di Kota Bekasi Dikepung Lumpur Tebal

“Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi bersama kecamatan, desa, Polres, TNI, dan Satpol PP. Pada tanggal 13 akan dilakukan pemindahan pasar tumpah dari Jalan SGC ke Ramayana. Kami pastikan seluruh proses berjalan tertib dan terkoordinasi,” ujarnya.

Relokasi PKL ke lokasi baru di kawasan Ramayana diharapkan dapat mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Dengan tidak adanya lapak di badan jalan, arus lalu lintas di sekitar SGC diproyeksikan lebih lancar dan aman.

Baca Juga: RSUD Kabupaten Bekasi Ditargetkan Jadi RS Pendidikan, Siap Cetak Dokter Spesialis

Selain dampak terhadap lalu lintas, penataan ini juga menyasar aspek estetika dan kebersihan kota.

Kawasan yang sebelumnya terkesan semrawut akan dibenahi agar lebih tertib dan representatif.

Pemerintah daerah juga berencana melakukan pembenahan infrastruktur pendukung di lokasi baru.

“Kita akan bangun lampu penerangan dan melakukan penataan agar kawasan ini lebih terang, lebih aman, dan lebih nyaman bagi masyarakat maupun pedagang,” tambah Asep.

Menurutnya, laporan di lapangan menunjukkan para pedagang telah memahami tujuan relokasi dan siap menempati lokasi baru.

Baca Juga: Banjir Lumpuhkan Sawah Kabupaten Bekasi, 217 Ton Benih Disiapkan Selamatkan Petani

“Dari laporan yang kami terima, situasi kondusif dan para pedagang siap mengikuti relokasi. Ini menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mendukung penataan kawasan yang lebih baik,” ungkapnya.

Pemkab Bekasi optimistis langkah ini akan memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan perdagangan di Cikarang Utara.

Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan pedagang, relokasi pasar tumpah di sekitar SGC diharapkan menjadi awal transformasi tata kota yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.***