POJOKSATU.id - Puluhan pedagang di Pasar Induk Cibitung di Kabupaten Bekasi, meminta pelaksana proyek revitalisasi pasar untuk mempercepat pembangunan agar mereka dapat segera menempati lapak baru.
Berdasarkan kontrak kerja, semestinya revitalisasi Pasar Induk Cibitung selesai Agustus 2023. Akan tetapi, hingga saat ini pengerjaan masih belum selesai sementara bulan Juli tersisa 11 hari lagi.
Kondisi demikian membikin suasana pasar belum kondusif bagi pedagang di sana.
Seorang pedagang bernama Ahmad mengatakan sarana penunjang seperti lahan parkir seharusnya sudah selesai, tetapi masih belum diselesaikan.
Akibat hal tersebut, proses bongkar muatan menjadi terganggu. Meskipun bagian belakang pasar telah rampung, bagian depan baru mencapai 60 persen penyelesaian.
Baca Juga: Gara-Gara Lindas Kuli Panggul, Sopir Alat Berat di Pasar Induk Cibitung Diperiksa
Dalam kondisi tersebut, pihak pengembang memberikan kelonggaran bagi pedagang untuk menempati los atau kiosnya meskipun baru membayar uang muka.
Beberapa pedagang hanya membayar uang muka sebesar 10 hingga 40 persen.
"Padahal sisa pembayaran seharusnya dilunasi sebelum bisa menempati los atau kios yang telah rampung," kata dia.
Sunaryo, pedagang lain, juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi yang tidak tertata dan membuat para pedagang resah.
Dia berharap pihak pengembang dan Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat duduk bersama untuk menyelesaikan masalah tersebut dan melanjutkan serta menyelesaikan proses revitalisasi pasar secepat mungkin.
Pembangunan revitalisasi dilakukan dengan skema bangun, guna, serah (BGS) oleh PT Citra Prasasti Konsorindo (Cipako) Cabang Sampang. Akan tetapi, di tengah jalan terjadi konflik internal perusahan itu dengan PT Cipako Pusat.***




