BEKASI.POJOKSATU.ID - Pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, tidak hanya menjadi bagian dari upaya penyediaan hunian bagi masyarakat, tetapi juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas.
Proyek perumahan tersebut diproyeksikan dapat menggerakkan berbagai sektor industri sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Pemerintah pusat menilai sektor perumahan memiliki efek berganda terhadap perekonomian karena melibatkan banyak sektor pendukung, mulai dari industri konstruksi, bahan bangunan, jasa transportasi, hingga sektor perdagangan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembangunan perumahan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain menyediakan hunian bagi masyarakat, proyek perumahan juga menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Pembangunan perumahan juga memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan banyak sektor industri serta membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Maruarar Sirait, di kawasan Meikarta, Minggu 8 Maret 2026.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi: APBD 2026 Sudah Disusun, THR PPPK Paruh Waktu Belum Bisa Dianggarkan
Menurutnya, proyek pembangunan perumahan tidak hanya berdampak pada sektor konstruksi.
Tetapi juga memberikan efek positif bagi sektor lain seperti produksi bahan bangunan, logistik, hingga jasa keuangan yang terlibat dalam pembiayaan proyek.
Maruarar juga menjelaskan bahwa pembangunan rusun subsidi di kawasan tersebut dirancang sebagai bagian dari program nasional penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Jelaskan tentang THR PPPK Paruh Waktu
Program tersebut diharapkan mampu memberikan solusi hunian bagi masyarakat sekaligus menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, pembangunan hunian vertikal dinilai menjadi solusi yang lebih efisien dalam pemanfaatan lahan, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Dengan konsep tersebut, kawasan seluas sekitar 30 hektare dapat menampung jumlah hunian yang jauh lebih besar dibandingkan jika dibangun dalam bentuk rumah tapak.
“Dengan luas sekitar 30 hektare, kawasan ini dapat menampung ratusan ribu unit hunian. Jika dibangun rumah tapak, tentu membutuhkan lahan yang jauh lebih luas,” katanya.
Kawasan Meikarta sendiri dinilai memiliki ekosistem yang cukup mendukung bagi pengembangan hunian.
Lokasinya yang dekat dengan kawasan industri, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan.
Hingga pusat perdagangan dinilai mampu menciptakan lingkungan hunian yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal tersebut juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan hunian, mulai dari usaha kecil, perdagangan, hingga sektor jasa yang melayani kebutuhan penghuni.
Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyebut pembangunan rusun subsidi di kawasan tersebut sebagai momentum penting dalam percepatan program penyediaan hunian bagi masyarakat yang belum memiliki rumah.
“Pada bulan Ramadan ini kita menyaksikan momentum yang sangat baik. Saya kira tidak berlebihan jika kegiatan hari ini disebut sebagai peristiwa yang bersejarah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan rusun subsidi tersebut juga mendapat dukungan dari sektor swasta yang menyerahkan lahan lebih dari 30 hektare untuk dimanfaatkan sebagai kawasan hunian bagi masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Dukung Program 3 Juta Rumah Lewat Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta
“Lahan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk membangun hunian yang diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Dari kawasan ini diharapkan dapat terbangun hingga sekitar 140 ribu unit apartemen bagi masyarakat,” katanya.
Dengan skala pembangunan yang besar, proyek rusun subsidi di Kabupaten Bekasi diyakini mampu menciptakan efek domino bagi perekonomian daerah.
Selain menyediakan hunian yang lebih terjangkau, pembangunan tersebut juga berpotensi membuka banyak peluang kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, proyek perumahan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi kebutuhan hunian masyarakat.
Tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.***




