BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying menjelang Idulfitri.

Pemerintah daerah memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting, termasuk LPG 3 kilogram, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Lebaran.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama Ramadan yang kerap memicu kekhawatiran akan kelangkaan barang.

Baca Juga: Disdag Kabupaten Bekasi Pastikan Stok Barang Pokok dan Bahan Penting Aman dan Harga Terkendali

Kepala bidang pengendalian barang pokok dan penting dinas perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas terhadap pasokan bahan pokok.

“Alhamdulillah selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, stok bapokting termasuk LPG 3 kilogram dalam kondisi aman dan mencukupi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan belanja secukupnya sesuai kebutuhan,” ujar Helmi Yenti, dikutip dari Website Resmi Kabupaten Bekasi, 26 Februari 2026.

Menurutnya, perilaku panic buying justru dapat memicu ketidakseimbangan pasar.

Baca Juga: Satpol PP Kirim Peringatan ke THM yang Nekat Buka Selama Ramadhan 2026

Ketika masyarakat membeli dalam jumlah berlebihan dalam waktu bersamaan, distribusi menjadi tersendat dan harga berpotensi mengalami kenaikan, meskipun stok secara umum tersedia.

“Secara psikologis, ketika ada kekhawatiran berlebihan, permintaan meningkat drastis dalam waktu singkat. Ini bisa memicu lonjakan harga, padahal stok sebenarnya aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil monitoring rutin di pasar rakyat dan jaringan distribusi utama, tidak ditemukan indikasi kelangkaan barang pokok strategis.

Baca Juga: Alih Fungsi Apartemen Jadi Sewa Harian di Bekasi Tuai Polemik, Pemkot Terbitkan Larangan

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan distributor, agen, serta pangkalan untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan lancar.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan pasokan benar-benar tersedia. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Belanjalah secara bijak agar stabilitas harga tetap terjaga,” katanya.

Fenomena panic buying kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan akibat meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Namun, Helmi menegaskan bahwa kondisi tahun ini relatif terkendali karena pasokan dari daerah produsen dalam keadaan stabil dan jalur distribusi tidak mengalami hambatan berarti.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan bersama Satgas Pangan guna mencegah potensi penimbunan atau praktik spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Kurir Ganja 2 Kilogram, Satu Pemasok Masuk DPO

Pemerintah memastikan setiap pelaku usaha mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi dan harga acuan penjualan.

“Kami juga bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk memastikan tidak ada penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Helmi kembali menekankan bahwa kunci menjaga stabilitas pasar bukan hanya pada pemerintah, tetapi juga pada perilaku konsumen.

Baca Juga: 7 Spot Nongkrong Gratis di Jakarta untuk Ngabuburit Ramadan 2026, Dari Kota Tua hingga Tebet Eco Park

Jika masyarakat berbelanja secara wajar dan sesuai kebutuhan, maka distribusi akan tetap lancar dan harga bisa lebih terkendali.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Stok aman hingga Lebaran. Tidak perlu memborong karena justru bisa merugikan sesama,” pungkasnya.

Dengan kepastian pasokan yang terjaga serta pengawasan intensif dari pemerintah daerah, masyarakat Kabupaten Bekasi diharapkan dapat menjalani Ramadan.

Dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan bahan pokok maupun LPG 3 kilogram.***