BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi membentuk Tim Liaison Officer (LO) Rencana Aksi Siaga Darurat Bencana Banjir Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana banjir serta mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Pembentukan tim tersebut ditetapkan melalui Surat Perintah Bupati Bekasi Nomor 300.2.1/598/BPBD/2026 tertanggal 23 Januari 2026 yang ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja.
Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menjelaskan bahwa kehadiran Tim Liaison Officer menjadi langkah strategis agar penanganan bencana banjir dapat berjalan lebih terkoordinasi, cepat, dan responsif di lapangan.
Baca Juga: Camat Pebayuran dan Karang Taruna Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Karangharja
“Tim Liaison Officer dibentuk untuk memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dan unsur terkait, sekaligus memastikan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak banjir tersalurkan dengan cepat dan tepat,” ujar dr. Asep.
Dalam surat perintah tersebut, Tim LO diberi tugas membantu koordinasi distribusi bantuan logistik yang meliputi paket sembako, makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, selimut, pakaian, hingga tikar. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui pemerintah kecamatan sesuai wilayah terdampak.
Selain itu, Tim Liaison Officer juga bertanggung jawab dalam pengelolaan dan penyampaian informasi kejadian bencana banjir di Kabupaten Bekasi dengan dukungan data kebencanaan sebagai bahan analisis dan langkah antisipasi. Tim juga melakukan koordinasi antarwilayah yang berbatasan serta pemantauan kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Terapkan WFH bagi ASN Korban Banjir dengan Akses Kerja Terputus
“Kami ingin setiap perkembangan di lapangan dapat dipantau secara langsung dan dilaporkan secara berkala kepada BPBD, sehingga langkah antisipasi maupun penanganan dapat segera dilakukan,” tambahnya.
Berdasarkan lampiran surat perintah, Tim Liaison Officer dibentuk di 16 kecamatan, yaitu Muara Gembong, Babelan, Cabangbungin, Taruma Jaya, Tambun Utara, Tambun Selatan, Tambelang, Cibitung, Sukatani, Karang Bahagia, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Sukawangi, Sukakarya, Pebayuran, dan Kedungwaringin.
Tim ini melibatkan lintas perangkat daerah, unsur keamanan, fasilitas kesehatan, BUMD, kawasan industri, serta dunia usaha untuk mendukung penanganan bencana banjir secara terpadu.***




