BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya mengoptimalkan pembangunan Bendung Sungai Hulu (BSH-0) yang berada di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung dan Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat.
Meski sempat terkendala cuaca dan belum sepenuhnya mencapai target, proyek ini tetap menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi kekeringan lahan pertanian saat musim kemarau serta mengendalikan debit air pada musim hujan.
Kepala Dinas SDA Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menyampaikan bendung tersebut memiliki peran penting bagi sektor pertanian.
Bendung BSH-0 ditargetkan mampu menyuplai kebutuhan air bagi sekitar 7.000 hektare lahan persawahan melalui aliran Kali Srengseng Hilir hingga BSH-34 di wilayah utara.
Baca Juga: Bekasi Jaga Kerukunan Demi Investasi, Plt Bupati: Tidak Ada Ruang Intoleransi
“Bendung ini dapat mengatur aliran sungai agar tidak seluruhnya terbuang ke Sungai Cikarang Bekasi Laut. Nantinya dua pintu air akan mengalirkan air ke Kali Srengseng Hilir untuk irigasi persawahan,” ujarnya, Selasa, 10 November 2026.
Dari sisi konstruksi, bendung ini memiliki desain kompleks dengan delapan pintu utama dan dua pintu intake di hulu Kali Srengseng, serta dinding penahan beton sedalam sekitar 12 meter.
Dalam pelaksanaannya, proyek sempat terkendala keberadaan bangunan liar di lokasi yang membutuhkan waktu penertiban sekitar satu hingga dua bulan. Meski demikian, pembangunan tetap berjalan berkat kerja sama antara Pemkab Bekasi dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Baca Juga: Pemerataan Pembangunan! Desa-desa di Muaragembong Jadi Prioritas 2026
Setelah rampung dan masa pemeliharaan selesai, bendung akan diserahkan kepada BBWS sebagai aset sekaligus pengelola operasional pintu air. Pemkab Bekasi bertindak sebagai pihak pelaksana pembangunan fisik.***




