BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan atau selatan, tetapi juga menyentuh desa-desa pesisir di Kecamatan Muaragembong.

Pada tahun anggaran 2026, enam desa di wilayah utara tersebut akan kebagian proyek pembangunan dengan total alokasi anggaran sekitar Rp60 miliar, terbesar dibanding kecamatan lainnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dwy Sigit Andrian, mengatakan alokasi tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pesisir.

Baca Juga: Ancaman TPPO Mengintai, Disnaker Bekasi Tekankan Prosedur Resmi Kerja ke Luar Negeri

“Untuk wilayah Kecamatan Muaragembong di tahun 2026 ini mendapat alokasi terbanyak dibandingkan kecamatan lainnya. Dengan anggaran mencapai sekitar Rp60 miliar khusus Muaragembong,” ujar Sigit, Selasa 10 Februari 2026.

Dana tersebut akan difokuskan pada berbagai proyek infrastruktur strategis yang tersebar di enam desa.

Berdasarkan data rencana realisasi, terdapat sekitar 18 hingga 20 titik kegiatan pembangunan yang akan direalisasikan tahun ini.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Akui APBD Tak Cukup, Swasta Didorong Bangun Muaragembong

Camat Muaragembong, Sukarmawan, menjelaskan sejumlah proyek yang akan dikerjakan meliputi pembangunan dan peningkatan jalan utama penghubung antar desa, pembangunan jembatan di empat titik, pemasangan penerangan jalan umum, pembangunan jalan lingkungan, hingga pembangunan sarana olahraga di empat sekolah.

“Beberapa di antaranya pembangunan dan peningkatan jalan utama antar desa, jembatan di 4 titik, PJU, jalan lingkungan, serta pembangunan SOR di 4 sekolah,” jelasnya.

Menurutnya, fokus pembangunan infrastruktur jalan diprioritaskan pada ruas-ruas dengan kondisi kerusakan cukup parah agar mobilitas warga dan distribusi hasil perikanan maupun pertanian bisa lebih lancar.

Baca Juga: 519 Lapak PKL Direlokasi, Pemkab Bekasi Tetapkan Pasar Baru Cikarang sebagai Lokasi Baru

Ia menyambut baik perhatian besar yang diberikan Pemkab Bekasi kepada wilayahnya.

Sukarmawan berharap pembangunan di wilayah utara terus ditingkatkan agar tidak tertinggal dibanding kawasan selatan yang lebih dulu berkembang.

“Ini konsep pembangunan yang mengedepankan asas keadilan dan pembangunan yang merata, sehingga hasil pembangunan di Kabupaten Bekasi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat berbagai pelosok terutama baik di wilayah utara maupun selatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada infrastruktur fisik saja.

Ia mendorong adanya penguatan pembangunan non-fisik, khususnya peningkatan kualitas SDM.

Baca Juga: Pemdes Burangkeng Tetapkan 9 Orang Panitia Pengisian BPD

“Kualitas atau mutu para pelajar atau mahasiswa ini, ke depannya tentu harus juga diperhatikan. Harapannya agar setelah menimba ilmu mereka bisa kembali ke daerahnya untuk membangun wilayahnya masing-masing,” ungkap Sukarmawan.

Pemkab Bekasi juga akan kembali mengkaji usulan pembangunan untuk tahun anggaran 2027 agar lebih banyak aspirasi desa yang dapat terakomodasi.

“Adapun usulan-usulan sudah kami tampung semua, nanti akan kita bahas bersama tim agar semua usulan-usulan dari Kecamatan Muaragembong di tahun 2027 bisa banyak yang terakomodasi,” pungkas Sigit.

Dengan alokasi terbesar tahun ini, masyarakat Muaragembong berharap pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar desa-desa pesisir dan menjadi titik awal percepatan kemajuan wilayah utara Kabupaten Bekasi.***