BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyatakan akan melakukan perbaikan tanggul di wilayah pesisir sebagai upaya mencegah warga kembali terdampak banjir rob. Langkah ini menyusul banjir rob yang melanda dua desa di Kecamatan Babelan selama enam hari terakhir.

Dua desa yang terdampak adalah Samudra Jaya dan Hurip Jaya. Selama lima hari pertama banjir, ketinggian air bahkan mencapai sekitar 80 sentimeter. Meski kondisi cukup berat, warga memilih untuk tetap bertahan dan tidak mengungsi dari rumah mereka.

Banjir rob di kawasan pesisir Bekasi ini bukan kejadian baru. Sepanjang tahun 2025, fenomena pasang air laut tersebut telah terjadi sekitar delapan kali, jauh lebih sering dibanding tahun 2024 dan 2023 yang hanya dua kali per tahun.

Baca Juga: Ribuan Hektare Tambak di Pesisir Bekasi Terendam Banjir Rob, Pendapatan Petambak Terancam

Kepala Dusun III Desa Samudra Jaya, Nurhasan, mengatakan bahwa pihak desa akan terus mengawal aspirasi warga terkait kebutuhan perbaikan tanggul di pesisir Utara Bekasi.

“Kami sudah berupaya, dan akan terus menyampaikan keluhan warga kepada Kepala Desa,” ujar Nurhasan, Senin 8 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa aparatur desa akan memberikan dukungan maksimal kepada warga yang terdampak banjir rob.

Selain itu, Pemkab Bekasi juga dikabarkan sedang mempersiapkan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang menjadi korban banjir.***