BEKASI.POJOKSATU.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas pedagang pasar tumpah Cikarang yang berjualan di sepanjang Jalan Sentra Grosir Cikarang (SGC), Kecamatan Cikarang Utara, Selasa, 20 Januari 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mencari solusi penataan pasar sekaligus mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Dalam keterangannya, dr. Asep menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berdialog dengan warga sekitar serta para pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan. Dari hasil komunikasi tersebut, disepakati bahwa penataan akan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan persuasif.

Baca Juga: Pemkab Bekasi akan Gandeng BNPB Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca

“Tadi kami sudah berbicara dengan masyarakat dan pedagang. Insyaallah penanganannya dilakukan secara bertahap, dan mulai Februari pedagang yang berada di pinggir jalan akan direlokasi ke Jalan Tumaritis atau Gang Buntu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Jalan Tumaritis merupakan aset pemerintah daerah yang selama ini dikenal sebagai jalan buntu dan dinilai cukup layak untuk dijadikan lokasi baru bagi para pedagang. Dengan relokasi tersebut, jalan utama di depan SGC akan dikembalikan fungsinya sepenuhnya untuk kelancaran lalu lintas kendaraan.

“Nanti seluruh pedagang akan kita pindahkan ke sana. Jalan di depan SGC hanya untuk kendaraan, baik besar maupun kecil, tidak ada lagi pedagang di badan jalan,” tegasnya.

Baca Juga: Kondisi Tanggul di Muaragembong Kian Rawan, Camat Soroti Sejumlah Titik Kritis di Bantaran Citarum

Asep juga menyebutkan bahwa berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 500 lapak pedagang pasar tumpah Cikarang yang akan direlokasi. Jumlah tersebut dinilai masih dapat ditampung dan diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

“Ini salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan. Kita akui, sampai sekarang kemacetan masih sering terjadi, terutama di pagi hari dan awal malam,” tambahnya.

Selain relokasi pedagang, Pemkab Bekasi juga merencanakan penataan kawasan secara menyeluruh, mulai dari perapihan jalan hingga pembenahan saluran drainase. Langkah ini bertujuan agar kawasan pasar yang baru lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

“Pasarnya kita pindahkan, jalannya dirapikan, saluran air dibenahi. Supaya pedagang bisa berjualan dengan nyaman dan masyarakat juga nyaman saat berbelanja,” katanya.

Ia berharap kebijakan ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam penataan pasar tumpah sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah Cikarang Utara.***