BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendukung kesiapan belajar peserta didik di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan program MBG berjalan dengan baik di satuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Banjir Berulang Tapi Warga Bertahan, Sudah Terbiasa atau Tak Punya Pilihan?

Hingga saat ini, pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Bekasi berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur pendidikan.

"Sejauh ini pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah tidak ada keluhan berarti. Kepala sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah sangat mendukung program ini," ujar Imam, Rabu 14 Januari 2026.

Imam menjelaskan, bentuk dukungan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dilakukan secara langsung di lapangan.

Baca Juga: Laporan Warga Bongkar Peredaran Obat Keras Berkedok Toko Kosmetik di Bekasi

Para guru bahkan turut berperan aktif memastikan kualitas makanan yang akan dikonsumsi peserta didik. Pengawasan dilakukan sejak makanan tiba di sekolah hingga sebelum dibagikan kepada anak-anak.

“Guru-guru ikut membantu mencicipi makanan sebelum disajikan kepada anak-anak. Ini bagian dari kolaborasi antara sekolah dan dapur agar makanan yang diterima benar-benar layak dan aman dikonsumsi,” jelasnya.

Menurut Imam, pengawasan berlapis tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan orang tua dan memastikan tujuan program nasional ini tercapai.

Baca Juga: Dapur MBG Bekasi Jadi Harapan Baru, Warga Sekitar Dapat Kerja Tanpa Ribet

Ia menilai, Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Ia juga menyampaikan bahwa program MBG memberikan dampak positif terhadap kesiapan belajar peserta didik.

Dengan asupan gizi yang cukup, anak-anak dinilai memiliki energi dan konsentrasi yang lebih baik saat mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

"Kalau anak-anak bisa makan dengan baik, tentu energinya lebih terjaga dan fokus belajarnya meningkat. Walaupun ini bukan satu-satunya indikator peningkatan kualitas pendidikan, program MBG tetap memberikan kontribusi yang positif," ujarnya.

Meski demikian, Imam mengakui bahwa pelaksanaan MBG di Kabupaten Bekasi saat ini belum sepenuhnya merata.

Baca Juga: Banjir Rendam 13 Desa di Bekasi, BPBD Ingatkan Warga Tetap Waspada

Persentase sekolah penerima manfaat masih berada di bawah 50 persen, terutama karena keterbatasan infrastruktur pendukung seperti dapur penyedia makanan.

"Memang belum semua sekolah bisa melaksanakan MBG. Kendala utama masih pada ketersediaan infrastruktur dapur. Kami berharap ini bisa segera diatasi," katanya.

Imam menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional sebagai penanggung jawab teknis program.

Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan kesiapan infrastruktur, jumlah sekolah penerima manfaat MBG di Kabupaten Bekasi akan meningkat pada tahun mendatang.***