BEKASI.POJOKSATU.id – Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada akhir pekan ini. Sejumlah titik di Jalur Pantura, Kabupaten Bekasi, dipastikan bakal dipadati kendaraan pemudik yang kembali ke Jabodetabek.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kepadatan lalu lintas berpotensi terjadi di sejumlah simpang jalan hingga titik putar balik (u-turn) yang tetap dibuka saat arus balik berlangsung.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel di titik-titik rawan tersebut untuk mengurai kemacetan.
“Personel kami siagakan di lapangan untuk mengantisipasi kepadatan, terutama di pasar, pertigaan, dan pusat aktivitas masyarakat,” ujar Sugihartono, Sabtu (28/3/2026).
Baca Juga : Baru Sampai Rumah, Remaja di Setu Bekasi Malah Dibegal
Ia mengimbau para pengendara untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri saat kondisi lalu lintas padat.
“Patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar,” jelas dia.
Ada lima titik yang wajib diwaspadai pengendara karena kerap menjadi langganan macet.
1. Simpang SGC di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara
Titik ini menjadi pertemuan arus kendaraan dari Jalan Raya Industri dan Jalan Kapten Somantri, sehingga volume kendaraan meningkat signifikan.
2.pertigaan Gerbang Tol (GT) Telaga Asih di Jalan Teuku Umar, Cibitung
Kendaraan dari dalam tol yang keluar bersamaan dengan arus jalan arteri sering memicu antrean panjang.
3. depan Pasar Induk Cibitung
Aktivitas bongkar muat dan kendaraan yang parkir di bahu jalan membuat arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam sibuk.
4.pertigaan Jalan Abu Bakar dan Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan
Titik pertemuan arus kendaraan ini kerap menimbulkan kemacetan cukup panjang saat volume kendaraan meningkat.
5.depan Naga Swalayan di Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan
Banyaknya kendaraan yang memutar arah di lokasi ini membuat laju kendaraan melambat.
Dengan lonjakan kendaraan yang tak terhindarkan saat arus balik, pengendara diminta mengatur waktu perjalanan serta memilih jalur alternatif guna menghindari kepadatan panjang.***




