BEKASI.POJOKSATU.id - Pleno rekapitulasi hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, tetap dilanjutkan meski terdapat dinamika dari pihak saksi calon.
Ketua Panitia Pilkades Burangkeng, Nurjana Arif, mengatakan seluruh saksi hadir dalam proses pleno. Namun, satu saksi memilih meninggalkan atau walk out dari proses tersebut.
"Nanti saksi empat hadir," ujar Nurjana saat ditanya mengenai kehadiran saksi.
Ketika dikonfirmasi kembali apakah seluruh saksi hadir, Nurjana menjelaskan bahwa salah satu saksi kemudian melakukan walk out.
"Yang satu walk out. Mungkin ada keberatan dan sebagainya, tapi tetap kami lanjutkan karena berkaitan dengan tahapan Pilkades kan harus tetap dilanjutkan," katanya.
Menurut Nurjana, keberatan yang muncul dalam proses Pilkades dapat ditempuh melalui mekanisme yang berlaku setelah tahapan pleno selesai.
"Adapun memang persoalan-persoalan keberatan kan itu nanti bisa diproses di kemudian hari, gitu," ujarnya.
Setelah pleno pada Minggu, 20 September 2026, Panitia Pilkades Burangkeng dijadwalkan menyerahkan berita acara beserta hasil pelaksanaan Pilkades kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada Senin, 21 September 2026.
Baca Juga: Pilkades Burangkeng Berjalan Kondusif, Panitia Sebut Partisipasi Pemilih Capai Sekitar 70 Persen
"Selanjutnya, hari ini tanggal 20 kita pleno. Tanggal 21 September, kita besok akan menyerahkan berita acara berikut dengan hasilnya kepada BPD. BPD nanti melanjutkan kepada camat dan camat ke dinas," kata Nurjana.
Dengan demikian, hasil Pilkades akan diteruskan secara berjenjang dari panitia kepada BPD, kemudian camat, dan selanjutnya kepada dinas terkait.
Di sisi lain, Nurjana menilai pelaksanaan Pilkades Burangkeng yang berlangsung kondusif menjadi gambaran mengenai kedewasaan politik masyarakat setempat.
"Adapun memang dinamika yang terjadi di Burangkeng, kita ketahui bersama, ya itulah politik, kan gitu. Politik itu kan kemungkinan-kemungkinan terjadi kan, kita udah kebayang seperti itu," tuturnya.
Meski mengakui seluruh rangkaian tahapan cukup melelahkan, Nurjana mengapresiasi kondisi pelaksanaan pemilihan hingga pleno yang tetap berjalan kondusif.
"Alhamdulillah cukup melelahkan, tapi memang inilah pekerjaan ya. Kita sebagai panitia kan bekerja," katanya.
"Tapi dengan hari ini kondusifnya pemilihan, penghitungan, dan hari ini kita pleno, saya rasa ini cukup menjadi barometer sih. Burangkeng dewasa secara politik masyarakat. Itu aja," pungkas Nurjana.***




