BEKASI.POJOKSATU.id - Kepala SMK Ananda Mitra Industri Deltamas, Abdul Rokib, mengonfirmasi terjadinya aksi kekerasan di lingkungan sekolah yang melibatkan dua siswa, yakni R (S) sebagai terduga pelaku dan R (16 tahun) sebagai korban.
“Ini tindakan kekerasan, tindakan pemukulan dengan tendangan berdasarkan keterangan teman-temannya,” ujar Abdul.
Ia menyebut, pihak sekolah telah melakukan langkah mediasi guna menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Namun, Abdul mengungkapkan bahwa sekolah baru mengetahui insiden tersebut beberapa hari setelah kejadian, saat orang tua korban datang melapor.
“Di hari Senin, orangtua R melaporkan kejadian bahwa telah dilakukan pemukulan terhadap anaknya, kemudian tindakan dari sekolah hari itu juga sekolah memanggil saksi-saksi dan memanggil juga siswa S. Kita minta keterangannya dan dia mengakui bahwa memang melakukan hal itu,” jelasnya.
Abdul menambahkan bahwa korban kini telah mengundurkan diri dari sekolah. Sedangkan siswa S awalnya dijatuhi sanksi skorsing, atas permintaan orang tua yang sempat memohon agar anaknya diberi kesempatan.
Baca Juga: Bupati Ade Kunang Apresiasi Kiprah Kajari Dwi Astuti dalam Mendukung Pemerintahan Bersih
“Kemudian untuk siswa S, pada awalnya kita memang sudah mau mengeluarkan. Tetapi orang tuanya negosiasi agar diberikan kesempatan akhirnya jatuhnya skorsing sampai dengan masa tenang atau selesai kasus,” ujar Abdul.
Namun, seiring berkembangnya kasus, pihak sekolah akhirnya mengambil keputusan tegas.
“Tetapi dengan berkembangnya kasus seperti ini, akhirnya sekolah berdasarkan rapat internal memutuskan bahwa siswa S ini kita keluarkan,” tandasnya.




