BEKASI.POJOKSATU.ID - Masyarakat Kecamatan Pebayuran kini semakin dimudahkan dalam mengakses informasi bantuan sosial.
Melalui edukasi digital yang terus digencarkan, warga diarahkan untuk melakukan pengecekan status bansos secara mandiri melalui website resmi Kemensos.
Langkah ini dilakukan oleh para pendamping sosial sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memastikan informasi yang diterima lebih akurat dan transparan.
Dengan sistem ini, warga tidak lagi harus datang langsung ke kantor hanya untuk memastikan status bantuan yang diterima.
Baca Juga: 13 Pelaku Tawuran di Babelan Ditangkap, Polisi Amankan Senjata Tajam dan Motor
Ketua Pendamping Sosial Kecamatan Pebayuran, Nurajizah, menjelaskan bahwa masyarakat didorong untuk memanfaatkan layanan digital agar proses pengecekan menjadi lebih praktis dan efisien.
“Silakan masyarakat mengecek langsung status bantuan sosialnya melalui website resmi Cek Bansos Kemensos agar mendapatkan informasi yang akurat, transparan, dan sesuai dengan data yang terdaftar,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 15 April 2026.
Menurutnya, penggunaan platform digital ini menjadi solusi untuk menghindari kesalahpahaman terkait penerimaan bantuan sosial.
Warga dapat mengetahui secara langsung apakah mereka terdaftar sebagai penerima serta melihat kategori data desil yang dimiliki.
Baca Juga: Fleksibilitas WFH Diuji, DPRD Bekasi Ingatkan Kinerja Tetap Maksimal Meski Agenda Dikurangi
Selain itu, layanan pendampingan tetap disediakan di Kantor Kecamatan Pebayuran bagi warga yang mengalami kesulitan dalam mengakses atau memahami sistem digital tersebut.
Pendamping sosial siap membantu dengan pelayanan yang ramah dan informatif.
Ketua Pendamping Sosial tingkat kecamatan, Sulfi Apandi, menegaskan bahwa keterbukaan informasi melalui platform digital menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
“Kami berupaya memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan transparan. Dengan cek desil ini, warga bisa memahami posisi datanya sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terkait penerimaan bansos,” jelasnya.
Sejumlah warga yang telah mencoba layanan ini mengaku merasa terbantu karena dapat mengakses informasi kapan saja tanpa harus mengantre.
Selain lebih praktis, sistem ini juga memberikan kepastian informasi yang sebelumnya sering menjadi pertanyaan di tengah masyarakat.
Melalui edukasi digital ini, diharapkan masyarakat semakin mandiri dalam mengakses layanan publik, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran dan transparan.
Upaya ini juga menjadi bagian dari transformasi layanan publik berbasis digital yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era modern.***




